Mengapa PKS Dukung Kenaikan Dana Parpol

Musyawarah VI Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Sumber :
  • Fajar GM

VIVA.co.id – Partai Keadilan Sejahtera mendukung wacana kenaikan dana parpol hingga 10 kali lipat menjadi Rp1080 persuara. Sekretaris Fraksi PKS Sukamta meminta agar usulan kenaikan dana parpol ini dilihat secara obyektif dan utuh.

img_title PKS soal Peluang Dukung Prabowo 2 Periode: Ini Bukan Cepet-cepetan!

"Pada satu sisi parpol menjalankan amanat konstitusi untuk menjadi saluran institusional satu-satunya dalam rangka rekrutmen dan pengkaderan politik dalam konteks kepemimpinan bangsa," kata Sukamta melalui pesan singkat kepada VIVA.co.id, Senin 10 Juli 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menilai hal ini tugas besar yang tentunya tidak boleh gagal. Kegagalan pengkaderan kepemimpinan akan berdampak pada masa depan bangsa. selama ini, partai sering mendapat komplain dari masyarakat atas kualitas para pemimpin yang ada.

img_title PKS Umumkan Susunan Lengkap Dewan Pengurus Pusat Periode 2025-2030, Ini Daftarnya

"Apalagi jika dilihat perilaku-perilaku negatif oknum para politisi dan pejabat seperti korupsi, terjadi salah satunya karena soal kualitas SDM dan tuntutan operasional. Maka wajar dan bisa dipahami jika dana untuk parpol ini ditingkatkan menjadi Rp 1000 per suara," kata Sukamta.

Ia menambahkan angka ini juga dirasa masih belum ideal jika melihat kebutuhan parpol tadi. Pada sisi lain ada kekhawatiran sebagian masyarakat yang berangkat dari persepsi negatif terhadap partai politik akibat perilaku oknum kadernya yang terlibat korupsi.

img_title Jadi Polemik, PKS Desak Mendagri Kaji Ulang Status 4 Pulau Aceh yang Masuk Sumut

"Dana parpol ini juga rawan dikorupsi. Karena itu untuk mencegah penyelewengan, pengelolaan dana parpol ini perlu dilakukan secara sistematis dan menyeluruh," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, perlu dipastikan berjalannya sistem dan mekanisme pengawasan baik oleh BPK maupun masyarakat. Hal ini agar dana parpol ini sesuai sasaran sehingga tujuan pengkaderan kepemimpinan bangsa lewat partai politik bisa terwujud.

"Serta mampu menghasilkan kader-kader pemimpin bangsa yang tangguh, berkualitas dan berintegritas tinggi," tuturnya.

Calon Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin (kanan)

Sah! Suhud Alynudin Resmi Jabat Ketua DPRD DKI Jakarta

Suhud Alynudin resmi dilantik menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta dengan sisa masa jabatan tahun 2024-2029 menggantikan Khoirudin sebagai Ketua DPRD sebelumnya.

img_title
VIVA.co.id
8 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut