Mekanisme Pengambilan Keputusan RUU Pemilu di Paripurna

Ilustrasi Paripurna pembukaan DPR.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VIVA.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat menggelar Sidang Paripurna pada Kamis 20 Juli 2017 ini untuk memutuskan isu krusial revisi Undang Undang Pemilu. Dalam sidang, pimpinan nanti akan memberi kesempatan lebih dulu para anggota untuk menyampaikan pendapat.

img_title Golkar Usul Sistem Pemilu Campuran dalam RUU Pemilu, 58 Kursi DPR RI Bisa Diisi Lewat Skema Dapil Nasional

"Biasanya kalau paripurna penting kita kasih hak kemerdekaan seluruh anggota fraksi bicara. Kalau sudah, baru tahapan terakhir bicara fraksi," kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, pimpinan akan memfasilitasi adanya lobi, baik antara sesama anggota DPR, maupun melibatkan pemerintah. Setelah lobi dirasa menemui jalan buntu, maka paripurna akan melakukan voting.

img_title Soal Revisi UU Pemilu, NasDem Usul Parliamentary Threshold 7 Persen, Rifqinizamy Ungkap Alasannya

"Itu mekanismenya seperti itu. Pimpinan memberikan ruang arah bahwa voting dilakukan setelah forum lobi," ujar Taufik.

Taufik mengaku tidak bisa berandai-andai mengenai jalannya paripurna. Menurutnya dari pengalaman, dinamika paripurna seperti ini akan berlangsung dengan cair.

img_title Revisi UU Pemilu, LAPD Mewanti-wanti Munculnya Legislative Rush

"Pimpinan DPR hanya bisa memfasilitasi itu, semuanya sangat tergantung sikap pendapat standing point masing fraksi," kata Taufik.

Berikut lima opsi paket yang disepakati untuk dibawa ke Paripurna:

1. Paket A
- Ambang batas presiden: 20 atau 25 persen
- Ambang batas parlemen: 4 persen
- Sistem pemilu: terbuka
- Alokasi kursi per daerah pemilihan: 3-10
- Metode konversi suara: sainte lague murni

2. Paket B
- Ambang batas presiden: 0 persen
- Ambang batas parlemen: 4 persen
- Sistem pemilu: terbuka
- Alokasi kursi per daerah pemilihan: 3-10
- Metode konversi suara: kuota hare

3. Paket C
- Ambang batas presiden: 10/15 persen
- Ambang batas parlemen: 4 persen
- Sistem pemilu: terbuka
- Alokasi kursi per daerah pemilihan: 3-10
- Metode konversi suara: kuota hare

4. Paket D
- Ambang batas presiden: 10/15 persen
- Ambang batas parlemen: 5 persen
- Sistem pemilu: terbuka
- Alokasi kursi per daerah pemilihan: 3-8
- Metode konversi suara: sainte lague murni

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

5. Paket E
- Ambang batas presiden: 20/25 persen
- Ambang batas parlemen: 3,5 persen
- Sistem pemilu: terbuka
- Alokasi kursi per daerah pemilihan: 3-10
- Metode konversi suara: kuota hare.

(ase)

Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Demokrat, Dede Yusuf

Ditanya soal Penambahan Jumlah Anggota KPU dan Bawaslu RI, DPR sebut Belum Ada Keputusan

Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Demokrat, Dede Yusuf jelaskan bahwa belum ada keputusan mengenai wacana penambahan jumlah komisioner KPU dan Bawaslu

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut