Trump Mainkan Tarif Impor, Begini Dampaknya ke RI

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Presiden AS, Donald Trump (tengah).
Sumber :
  • REUTERS/Ludovic Marin/Pool

VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan memberlakukan kenaikan tarif impor baja sebesar 25 persen dan aluminium 10 persen pekan ini untuk melindungi produsen di dalam negeri.

img_title Warga AS Terancam Tak Bisa Cebok akibat Washington Perang Dagang sama Kanada

Terkait hal itu, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattof, menilai kebijakan Trump tersebut tidak memiliki dampak langsung terhadap perekonomian maupun perdagangan Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi itu, menurutnya, disebabkan ekspor baja maupun aluminium Indonesia ke AS terbilang masih kecil, dengan masing-masing hanya mencapai 1-2 persen.

img_title Pembongkaran Paksa 15 Kontainer Tujuan Ekspor ke Singapura Jadi Sorotan

"Kalau untuk tarif baja dan aluminium memang enggak langsung akan berdampak ke Indonesia, karena ekspor kita juga kecil ke Amerika," tuturnya saat dihubungi VIVA, Rabu 7 Maret 2018.

Meski demikian, Abra mengkhawatirkan, isu kenaikan tarif yang digulirkan oleh Trump ini akan memantik kebijakan serupa di Eropa yang menjadi penerima barang ekspor terbesar Indonesia.

img_title Ekonomi Tidak Baik-baik Saja di 2026

"Kalau sampai nanti negara-negara tersebut naikin tarif impor, baru nanti Indonesia kena imbasnya. Tinggal dilihat struktur impor kita yang terbesar apa," katanya.

Sorot Kelapa Sawit - Kebun - Perkebunan - Lahan - Hutan

Untuk itu, ekspor komoditas Indonesia yang terbesar seperti batu bara dan crude palm oil (CPO) perlu diperhatikan. Sebab, jika benar ada perang tarif tadi pasti ekspor akan terganggu.

"Tapi akan parah kalau sampai benar itu terjadi, ibaratnya akan ada perang dunia dalam konteks ekonomi. Nanti kalau itu terjadi, Indonesia harus memilih, dalam tanda kutip akan ada di poros mana, karena itu kan sifatnya bilateral. Pasti semua negara akan ada perjanjian kerja sama," tutur Abra.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di lain pihak, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani juga menganggap kebijakan tarif impor AS tersebut belum ada dampak langsung terhadap Indonesia. Karena untuk bahan baku baja dan aluminium untuk Industri, Indonesia masih impor.

"Kita sendiri kan masih impor (baja dan aluminium). Jadi menurut kami sih kebijakan Amerika tersebut dampaknya masih kecil, orang kita impor kok. Jadi tidak terlalu signifikan (dampaknya)," kata Rosan di Menara Kadin, Jakarta, 6 Maret 2018.

Bendera China.

China Perkuat Hak Kekayaan Intelektual, tapi Masih Bersinggungan dengan Hukum Internasional

Dalam beberapa tahun terakhir, Partai Komunis China (CCP) menjadikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai salah satu pilar utama dalam strategi ekonomi dan teknologi

img_title
VIVA.co.id
6 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut