Keputusan Jonan soal Harga Batu Bara Khusus PLN Diapresiasi

Kegiatan penambangan Bumi Resources Minerals, anak usaha Bumi Resources.
Sumber :
  • Bumi Resources Minerals

VIVA – Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, soal harga batu bara khusus untuk kelistrikan diapresiasi oleh Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan.

img_title Bank Mandiri Akui Beri Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam untuk Modal Tambang Batu Bara, Rp17 Triliun Sudah Cair

Mamit berpendapat, keputusan Jonan itu layak diapresiasi karena tidak mudah menentukan patokan harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation) khususnya kelistrikan, yang bisa diterima pengusaha batu bara sekaligus PT PLN. Alasannya, harga batu bara di pasar internasional sedang melambung hingga di atas 100 dolar Amerika Serikat per ton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Jonan menetapkan harga batu bara untuk listrik nasional senilai 70 Amerika Serikat per ton per 9 Maret 2018. Ditandai dengan penerbitan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 tentang Harga Batu Bara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum. 

img_title Bahlil Bidik PNBP Sektor ESDM Tembus Rp165 Triliun pada 2026, Begini Realisasinya

Harga jual batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) akan mengacu pada harga batu bara acuan (HBA). Saat harga batu bara naik, PLN membeli batu bara dari pengusaha dengan harga 70 Amerika Serikat per ton. Begitu pun sebaliknya, jika harga turun, PLN tetap membeli dengan nominal itu.

Menurut Mamit, bukan perkara mudah bagi pemerintah, yakni Menteri ESDM Ignasius Jonan, menerbitkan keputusan itu. Sebab di dalamnya menyangkut kepentingan bisnis dan kepentingan hajat hidup masyarakat.

img_title Masih Jadi Primadona, Penggunaan Batu Bara yang Efisien Dorong Konsumsi Jangka Panjang

"Apresiasi yang tinggi patut diberikan kepada Menteri ESDM atas diterbitkannya Kepmen 1395/2018 yang mengatur tentang HBA untuk PLTU dalam negeri sebesar US$70 per ton. Dan apabila nanti harga lebih rendah dari US$70 per ton, maka PLN tetap membeli dengan harga US$70 per ton,” kata Mamit melalui keterangan tertulisnya kepada VIVA.

Dia meyakini bahwa Menteri Jonan telah melalui pertimbangan yang panjang dan melibatkan pengusaha dan PT PLN dengan kepentingannya masing-masing. Pengusaha dengan kepentingan bisnis, PLN dengan kepentingan masyarakat, yakni mempertahankan tarif listrik tidak naik sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pada akhirnya Jonan mampu menghasilkan formula yang menjembatani kepentingan keduanya. Memang kedua pihak mengorbankan sebagian kepentingannya, tapi saya kira ini titik temu yang paling optimal,” kata Mamit.

Bernapas lega

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut