Kenali Jenis Diskon yang Sering Diburu Banyak Orang
- VIVAnews/Muhamad Solihin
4. Voucher dengan nominal tertentu
Selain diskon, tempat belanja juga sering bagi-bagi voucher belanja gratis bagi para pengunjung. Namun, voucher ini tidak diberikan secara cuma-cuma. Voucher hanya dapat digunakan apabila Anda berbelanja suatu produk di merchant atau toko yang bersangkutan.
Dari segi nominal, voucher yang dibagi-bagikan biasanya memiliki nominal yang beranekaragam. Ada yang Rp20 ribu, Rp50 ribu, Rp200 ribu, hingga Rp500 ribu. Kalau beruntung, Anda bisa mendapatkan voucher belanja dengan nominal tertinggi.
Namun, masa berlaku voucher seperti ini biasanya terbatas dan hanya dapat digunakan untuk minimum pembelanjaan tertentu.
5. Diskon dengan kartu kredit
Transaksi dengan kartu kredit ternyata cukup menguntungkan. Anda bisa mendapatkan diskon tertentu sesuai dengan promo yang berlaku. Diskon jenis ini banyak Anda temukan di outlet store barang bermerek yang harga satu itemnya bisa mencapai belasan juta.
Agar pengunjung semakin tertarik untuk berbelanja, diskon dengan kartu kredit biasanya dilengkapi dengan program cicilan ringan disertai bunga yang ringan pula. Bahkan, beberapa outlet store barang bermerek tidak mengenakan bunga sama sekali.
6. Diskon dengan syarat dan ketentuan berlaku
Diskon dengan syarat dan ketentuan berlaku hampir sama dengan voucher belanja. Yang mana hanya berlaku untuk barang tertentu dengan minimum pembelian. Jika barang belanjaan Anda belum mencapai batas minimum pembelian, diskon ini tidak akan berlaku.
7. Diskon + barang gratis
Antusiasme untuk berbelanja tentu semakin meningkat jika melihat label diskon disertai barang gratis. Benar, tidak? Diskon ditambah barang gratis sering Anda temukan di toko perabotan rumah tangga.
Misalnya, pembelian satu set lunchbox akan mendapat tas lunchbox secara gratis. Namun, program diskon ditambah barang gratis tidak diadakan terus-menerus.
Promo seperti ini biasanya diperuntukkan untuk hari-hari besar saja. Misalnya, Hari Raya Idul Fitri atau perayaan ulang tahun dari perusahaan pemilik lunchbox yang bersangkutan.