Mendag Ingatkan Sesama Daerah Jangan Pelit Pasokan Pangan

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VIVA – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta pemerintah daerah (Pemda) tidak melindungi bahan pangan produksi daerahnya untuk dikirim ke daerah lain. Sebab, hal itu akan merugikan daerah sendiri dan juga daerah lain yang membutuhkan.

img_title Akulaku Group Salurkan Bantuan Pangan bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi NTT

“Menanggapi usul Kepala Dinas Pertanian DI Yogyakarta untuk mem-protect bahan pangan saat panen raya guna mencukupi daerah sendiri dibandingkan mengirimkan ke daerah lain, saya melarangnya,” kata Mendag di Yogyakarta, Jumat, 6 April 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satunya seperti yang terjadi di Kabupaten Goa, Sulawesi Selatan. Di mana Pemda menerapkan larangan pengiriman beras ke luar daerah karena dinilai kebutuhan pangan masyarakat belum mencukupi. Sehingga pengiriman beras keluar daerah harus melalui izin Kodim. 

img_title Mendag Budi Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Pangan Aman di Daerah Terdampak Erupsi GAK

Dampaknya, beberapa kebutuhan masyarakat Goa harus didatangkan dari luar daerah dengan seizin pemerintah daerah yang diminta bantuan.

“Jika Yogyakarta dengan padi, cabai, dan bawang merah yang selalu mengalami surplus saat panen raya menerapkan kebijakan ini, maka daerah lain akan membalas memberi batasan pada bahan pangan yang dibutuhkan Yogyakarta,” lanjutnya

img_title Zulhas Tegaskan Pemenuhan Pangan Jadi Bagian dari Identitas Bangsa dan Pembangunan Indonesia

Selain sepenuhnya menyerahkan pada mekanisme pasar, pemda diminta lebih meningkatkan sistem informasi. Sehingga dapat diketahui daerah mana yang membutuhkan barang yang surplus di daerahnya untuk mendapatkan penambahan nilai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepolisian menurut Mendag adalah pusat data yang valid mengetahui perkembangan dan kebutuhan daerah lain akan bahan pangan. Pemda diminta menjalin kerja sama dengan Kepolisian.

“Dibandingkan BI (Bank Indonesia) dan BPS (Badan Pusat Statistik), data mengenai kondisi panen raya, luasan lahan, dan kondisi petani suatu daerah, Kepolisian memiliki data lengkap. Ini yang sedang kita bidik sekarang,” katanya. (ase)

Wapres Gibran memantau penanganan korban keracunan MBG.

Akademisi Nilai Langkah Gibran Turun Tangani Korban MBG Jadi Bentuk Tanggung Jawab Pemimpin

Perhatian tersebut juga dilanjutkan dengan meminta dokter pribadi Gibran berada di Karo untuk membantu memantau kondisi korban dan berkoordinasi mengenai kebutuhan medis.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut