Pakar Global Ungkap Pasokan Pangan Dunia Terancam 3 Hal Ini

Ilustrasi pangan
Sumber :

Jakarta, VIVA – Pakar pangan dunia, Profesor Evan Fraser dari Universitas Guelph di Kanada menyebutkan ada tiga hal yang mengancam pasokan pangan global. Ketiga hal tersebut yakni konflik, perubahan iklim, dan penurunan hasil panen di sejumlah negara penghasil komoditas utama.

img_title DEN Wanti-Wanti Prabowo soal El Nino dan La Nina, Ini Dampaknya bagi Pangan Indonesia

Dilansir dari Sputnik, Senin, 24 Agustus 2026, konflik telah menghambat rute pasokan pangan, seperti biji-bijian, sementara perubahan iklim memperparah situasi dengan menurunkan permukaan air di sepanjang rute pelayaran utama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, seperti dilaporkan The New York Times, Fraser mengatakan gelombang panas dan kekeringan menyebabkan hasil panen menurun di negara-negara penghasil pangan utama.

img_title Swasembada Pangan Jadi Program Unggulan Terbaik Menurut Masyarakat

Fraser mengatakan sistem pangan global selama ini bergantung pada tiga hal, yakni perdagangan yang lancar, energi murah, dan iklim yang stabil. Namun, ketiga kondisi tersebut kini menghadapi gangguan.

"Sistem yang kita miliki saat ini bergantung pada tiga hal, yakni perdagangan yang lancar, energi murah, dan iklim yang stabil. Saat ini, tampaknya tidak satu pun dari asumsi tersebut terpenuhi," kata dia.

img_title Mendagri Peringati Potensi Lonjakan Harga Pangan, Terutama Beras hingga Telur

Amerika Serikat diperkirakan mengalami panen gandum terburuk sejak tahun 1970 karena kekeringan parah. Sementara itu, Australia, sebagai salah satu negara pemasok gandum utama dunia, mengurangi luas lahan gandum karena tingginya harga pupuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Prancis dan Jerman juga memperkirakan penurunan hasil panen akibat suhu panas yang tidak normal.

Meski demikian, stok gandum dari hasil panen tahun lalu masih cukup baik dan membantu meredam tekanan terhadap harga pangan global. Fraser menilai sistem pangan yang telah berjalan selama bertahun-tahun tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini, sehingga perlu dipikirkan kembali. (Ant)

Program Sekolah Foodpreneur

Sekolah Foodpreneur Menghasilan Produk Bernilai Tambah

Sekolah Foodpreneur yang dikembangkan pemerintah bersama TEP Universitas Brawijaya melakukan pendampingan bagi pengembangan usaha pangan olahan berbahan lokal

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut