Empat Cara Mudah Kerja Cerdas dan Lebih Produktif
- Pixabay/FirmBee
VIVA – Memiliki durasi kerja yang panjang, merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan orang. Hal ini, kerap dianggap efektif dan berbanding lurus dengan produktivitas yang tinggi.
Kebanyakan orang yang tinggal di wilayah Amerika menjalaninya, di mana mereka memiliki jam kerja di atas rata-rata jam kerja karyawan di negara maju lainnya.
Selain jam kerja yang lebih panjang, sebagian orang, bahkan akan membawa serta pekerjaan kantor mereka ke rumah, bekerja di akhir pekan, membuka e-mail terkait pekerjaan di luar jam kantor, atau bahkan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus.
Namun, benarkah semua hal ini bisa menambah produktivitas dalam bekerja? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dan dirilis oleh CNBC, Amerika Serikat, justru hanya menempati posisi kelima saja terkait dengan produktifitas kerja ini, dikalahkan oleh empat negara Eropa lainnya yang justru memiliki jam kerja lebih sedikit.
Artinya, produktivitas ini tidak selalu berbanding lurus dengan durasi kerja yang dijalankan oleh para karyawan. Jika ingin produktif, melakukan perubahan dan beberapa langkah cerdas, justru akan lebih efektif.
![]()
Simak beberapa cara cerdas yang bisa dilakukan menambah produktivitas kerja seperti dikutip dari Cermati.com, pada Sabtu 19 Mei 2018 berikut ini:
1. Mulailah dari hal kecil yang bisa membawa perubahan besar
Berniat untuk melakukan segala sesuatunya dengan lebih efisien, maka membuat berbagai rencana perubahan kerap menjadi pilihan banyak orang. Hal ini tentu tidak salah, namun juga kerap tidak masuk akal dan bahkan tidak pernah bisa dilakukan dengan tepat sasaran.
Hindari kesalahan seperti ini, sebab perubahan besar ini bisa saja akan menjadi rencana semata. Bila ingin melakukan perubahan yang besar, maka memulainya dengan perubahan-perubahan kecil adalah langkah cerdas yang paling tepat untuk dilakukan.
Misalnya, sering telat ke kantor karena harus menunggu KRL tiba di saat-saat terakhir, maka keputusan untuk membawa kendaraan pribadi ke kantor dijadikan sebagai pilihan.
Hal ini bisa saja tidak efektif dan menyebabkan berbagai masalah baru, seperti lebih sering telat tiba di kantor karena macet, lebih lelah selama perjalanan, dan biaya transportasi menjadi lebih besar.