Menko Darmin Tepis Isu Ekonomi RI Lampu Kuning

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.
Sumber :
  • Chandra Gian Asmara/VIVA.co.id

VIVA – Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, memandang berlebihan pernyataan yang menilai kondisi perekonomian Indonesia tengah waspada krisis akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

img_title Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Tapi Diprediksi Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Dia menganggap, melemahnya nilai tukar rupiah yang saat ini sempat tembus Rp14.200, tidak bisa dikatakan lampu kuning munculnya krisis ekonomi sebagaimana yang terjadi pada 1998 maupun 2008.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebetulnya begini. Kalau ngomong lampu kuning ya agak berlebihan lah yah. Jangan kurs dolar bergerak, kemudian disimpulkan sudah mau krisis," ucap Darmin di Gedung MA, Jakarta, Kamis 24 Mei 2018.

img_title Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.300 per Dolar AS Pekan Depan, Pengamat Ungkap Penyebabnya

krisis ekonomi Yunani

Dia menganggap, kondisi krisis itu bisa dikatakan muncul bila sektor riil mengalami gejolak, yang kemudian hal tersebut memberi dampak terhadap sektor moneter, karena itu dia mengatakan, kondisi nilai tukar yang sedang bergejolak tak serta-merta dapat disimpulkan Indonesia mengalami krisis.

img_title Rupiah Berbalik Melemah ke Rp18.075 per Dolar AS, Sikap Baru The Fed Bikin Arah Pasar Sulit Ditebak

"Kalau krisis itu sektor riilnya juga harus goyang, yang kemudian memberi dampak pada sektor moneter. Masih belumlah," ucap Darmin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Darmin mengakui bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini memang perlu mendapat perhatian penuh dari segala pihak. Terutama bagi pemerintah maupun Bank Indonesia yang harus terus memonitor pengaruh eksternal terhadap ketahanan perekonomian domestik

"Tapi memang situasinya ya harus tetap diperhatikan, harus tetap dimonitor. Ya itu sepakat," ungkapnya.

Logo Bank Indonesia di Jakarta

Rupiah Menguat ke Rp17.855, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Bank Indonesia saat ini mencatat rupiah menguat ke Rp17.855 per dolar AS pada 18 Agustus 2026. Stabilitas dijaga lewat strategi moneter dan insentif valas.

img_title
VIVA.co.id
19 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut