Harga Shell Naik, Pertamina Tahan Kenaikan BBM Non Subsidi

Vapour Recovery Unit (VRU) di TBBM Plumpang
Sumber :
  • VIVA/Ikhwan Yanuar

VIVA – Harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijual tiga badan usaha swasta sudah dinaikkan mulai dari PT Shell Indonesia, PT Total Oil Indonesia hingga PT AKR Corporindo Tbk. Ketiga badan usaha itu sudah mengajukan kenaikan harga kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan disetujui.

img_title Usai Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Bahlil Siapkan Jurus Jaga Daya Beli Masyarakat

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, kenaikan BBM dari masing-masing badan usaha memiliki kriteria yang berbeda-beda. Adapun kisarannya dari Rp100 hingga Rp600 per liter sesuai dengan jenisnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Harga BBM yang non subsidi Shell, AKR, dan Total kemarin sudah saya tandatangani untuk disesuaikan. Jadi naik sekitar Rp100 sampai Rp600 per liter tergantung jenisnya," kata Djoko di SPBU Pertamina di KM 102 Tol Cipali, Jumat 1 Juni 2018.

img_title Terpopuler: Motor Honda Paling Irit, Motor Listrik Jarak Terjauh, EV Dilirik saat BBM Naik

Untuk BBM non subsidi Pertamina, Djoko melanjutkan, hingga hari ini memang belum ada pengajuan oleh perusahaan migas pelat merah di Tanah Air itu.

"Pertamina sampai hari ini belum mengajukan (usulan kenaikan harga). Tapi ada rencana mau mengajukan, khususnya untuk yang RON 92 ke atas karena bebannya berat untuk menampung BBM satu harga sama (kewajiban) Premium Jamali (Jawa, Madura, dan Bali)," kata dia.

img_title Analis: Harga BBM Non Subsidi Berpotensi Naik Bulan April

Menurut Djoko, kenaikan harga BBM dengan jenis RON 92 atau Pertamax ke atas tentu akan mengurangi beban Pertamina.

"Untuk Pertalite, masih dipertimbangkan, dievaluasi. Jadi agak tertunda, karena apakah mau langsung Pertalite dinaikkan atau tidak, ini masih dihitung. Mudah-mudahan minggu ini sudah selesai perhitungannya," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Logistik Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo mengatakan, alasan belum mengusulkan kenaikan harga BBM non subsidi lantaran perseroan masih fokus untuk melayani masyarakat yang hendak mudik.

"(Alasan) kedua, Pertamina tentu saja tidak ingin memberatkan masyarakat dengan menaikkan perta series. Pertamina paham bahwa kebutuhan mudik ini kan sangat besar, sangat tinggi. Makanya Pertamina belum mengusulkan kenaikan harga," kata Gandhi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan demikian, Gandhi menegaskan, saat ini belum ada rencana dari Pertamina untuk mengusulkan kenaikan harga BBM non subsidi.

"Mengingat memang kebutuhan dari pemudik ada yang lebih urgent, sehingga Pertamina sementara nahan diri untuk tidak naikkan harga dulu," tuturnya.

ilustrasi harga BBM dan SPBU Pertamina (dok: Pertamina)

Harga Minyak Dunia Ambles Usai Iran-AS Damai, Akankah Pertamax yang Baru Naik Rp3.950 Ikut Turun?

Harga minyak dunia menurun dengan tajam setelah Iran dan AS sepakat damai. Muncul pertanyaan apakah harga Pertamax di Indonesia berpotensi ikut turun.

img_title
VIVA.co.id
15 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut