Jokowi Akui RI Butuh Dolar, Menteri Diminta Serius Kejar Devisa

Presiden Joko Widodo
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VIVA – Presiden Joko Widodo meminta jajaran menteri Kabinet Kerja serius dalam menghadapi situasi pelemahan cadangan devisa. Hal itu disampaikan dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 31 Juli 2018.

img_title Cadangan Devisa di Akhir Agustus 2026 Capai US$146 Miliar, Bos BI Ungkap Kapasitasnya untuk Perkuat Rupiah

"Perlu saya tekankan lagi bahwa situasi negara saat ini butuh dolar. Oleh sebab itu saya minta seluruh kementerian, lembaga, betul-betul serius, tidak ada yang main-main menghadapi ini," ujar Jokowi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jokowi menyampaikan, hal yang harus dilakukan adalah mengendalikan laju impor sambil meningkatkan ekspor. Impor di antaranya bisa dikendalikan dengan pelaksanaan kebijakan mandatory diesel atau bauran yang bersifat mengikat untuk BBM dan biodiesel berbasis nabati.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.810 Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

Kebijakan ini diyakini menghemat devisa dari impor minyak sebesar US$21 juta per hari.

"Saya juga minta dievaluasi lagi secara detail, untuk impor ini harus detail, untuk barang yang tidak bersifat strategis, yang perlu kita setop dulu atau kurangi atau diturunkan," ujar Jokowi.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.960 usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

Selain itu, Jokowi menyampaikan, ekspor harus digenjot, di antaranya dengan meninggikan kuantitas ekspor produk-produk unggulan Indonesia, juga menuntaskan kendala-kendala yang dihadapi eksportir di negara-negara tujuan utama ekspor.

"Kita harus memiliki strategi detail, produk-produk ekspor apa saja yang perlu diperkuat, perlu kita tingkatkan," ujar Jokowi.

Rupiah menguat terhadap dolar AS.

Rupiah Menguat ke Rp 17.590 usai Rilis Cadangan Devisa Agustus 2026 dan Ancaman Iran soal Infrastruktur Minyak di Teluk

Hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.590 per dolar AS. Posisi itu menguat 42 poin atau 0,24 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.632 per dolar AS

img_title
VIVA.co.id
9 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut