Pasar Produk Kulit RI Makin Lebar di Dunia, Ini Buktinya
Rabu, 1 Agustus 2018 - 16:09 WIB
Sumber :
- VIVA.co.id/Ayu Utami Paramitha
Adapun yang menopang pertumbuhan tersebut, dikatakannya berasal dari bahan kimia dan barang kimia sebesar 25,55 persen dengan kontribusinya yang hanya 1,10 persen. Sementara itu, yang mengalami penurunan produksi adalah industri pengolahan tembakau yang mengalami penurunan paling tajam atau sebesar negatif 57,28 dengan kontribusinya sebesar 0,07 persen.
"Jadi yang perlu jadi perhatian adalah industri pengolahan tembakau, di sana dari sisi supply tembakaunya yang kualitasnya kurang bagus dan juga ada beberapa produksi tembakau di beberapa provinsi yang rendah," ujarnya.
5 Ancaman Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia Indonesia untuk keseluruhan tahun 2023 sebesar 5,05% year-on-year (yoy).
VIVA.co.id
9 Februari 2024