Chatib Basri: Naikkan BBM Cara Ampuh Jinakkan Pelemahan Rupiah

Muhammad Chatib Basri.
Sumber :
  • Chandra Gian Asmara/VIVA.co.id

VIVA – Nilai tukar rupiah melemah ke level terendahnya dalam tiga tahun terakhir dan mendekati level terendah saat krisis moneter 1998. Bahkan, hingga hari ini rupiah masih bertengger di level Rp14.800 per dolar AS.

img_title Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.174, Warga Ramai-Ramai Pindah ke Valas?

Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia, Chatib Basri mengatakan, terus lemahnya rupiah terhadap dolar AS saat ini, tak jauh berbeda dari faktor yang terjadi sejak 2013 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, terpengaruhnya rupiah saat ini tidak lain, karena ekonomi Indonesia yang masih mengalami defisit terhadap neraca transaksi berjalan. Dan, salah satu sumber terbesarnya adalah dari defisit neraca minyak dan gas.

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.140 per Dolar AS, Harga Minyak dan Risiko Fiskal Jadi Sorotan

Untuk itu, merujuk pada hal yang sama, maka sebaiknya pemerintah bisa mengatasi jangka pendek masalah tersebut dengan cara mengurangi permintaan atas bahan bakar minyak (BBM).

"2013, kita pernah alami seperti sekarang ini (pelemahan rupiah), dan itu bisa stabil kalau BBM dinaikkan," tegas Chatib saat dihubungi VIVA, Selasa 4 September 2018.

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS, Konflik Houthi dan Harga Minyak Jadi Sorotan

Ia mengungkapkan, langkah menaikkan BBM tak lain, karena harga BBM lokal dan internasional jaraknya sudah terlalu jauh, sehingga ada peluang terjadinya penyeludupan dan buat volume impor terus meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau tak segara naik, ada penyelundupan dan buat volume naik terus, defisit migas naik terus, sehingga akhirnya rupiah akan terus melemah," ujarnya.

Sementara itu, dengan naiknya BBM terhadap dampak turunnya daya beli, mantan Menteri Keuangan era SBY ini menilai tak berdampak signifikan dan kebijakan tersebut juga buat rupiah bisa kembali stabil. (asp)

Ilustrasi Minyak Dunia

Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan

BI mengungkapkan penyebab saat ini rupiah melemah ke angka Rp18.184 per dolar AS, mulai dari konflik Timur Tengah, penguatan dolar hingga sentimen MSCI.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut