Enam Alasan Harga BBM Tak Akan Naik

Ilustrasi distribusi BBM
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Alasan lain untuk tidak menaikkan harga BBM, menurut Hadi, ialah jenis BBM yang disubsidi oleh pemerintah, yaitu solar (diesel) dan minyak tanah. “Premium adalah jenis bahan bakar khusus penugasan yang tidak disubsidi namun harganya ditentukan pemerintah,” katanya.

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS, Konflik Houthi dan Harga Minyak Jadi Sorotan

Pemerintah, katanya, telah memutuskan subsidi solar tahun 2018 naik dari Rp500 menjadi Rp2.000, atau ada tambahan subsidi Rp1.500. Tambahan ini untuk meringankan beban keuangan PT Pertamina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lagi pula, dia berpendapat, realisasi penyaluran solar pada Semester I 2018 sebesar 7,2 juta kiloliter. “Dengan tambahan subsidi Rp1.500, total kebutuhan subsidi menjadi Rp10,8 triliun, lebih kecil dibanding peningkatan penerimaan migas Semester I sebesar Rp28 triliun.”

img_title Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Harga BBM Bersubsidi hingga Akhir Tahun

Sementara itu, total kuota solar bersubsidi 2018 adalah sebesar 14.5 juta kiloliter. “Maka kenaikan pendapatan migas Semester I masih cukup untuk membiayai subsidi solar hingga akhir 2018. Belum lagi jika dihitung pendapatan migas Semester II.”

Peningkatan pendapatan sektor migas diprediksi masih akan terjadi pada Semester II 2018, yang menjadi alasan berikutnya untuk tidak menaikkan harga BBM. “Atas dasar itu tidak ada urgensi untuk menaikkan harga BBM. Menteri ESDM menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM dalam waktu dekat,” ujarnya.

img_title Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Masih Tembus Rp18.000, Ini Biang Keroknya

Di sisi lain, Hadi mengingatkan, daya beli masyarakat harus tetap dijaga agar jangan sampai merosot. Menaikkan harga BBM hanya akan memperburuk daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk mengendalikan impor dan memperkuat devisa, Kementerian ESDM telah menetapkan beberapa kebijakan strategis, yaitu penjadwalan ulang proyek ketenagalistrikan, penerapan perluasan mandatori B20, meningkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), dan kebijakan hasil ekspor sumber daya alam untuk penguatan devisa nasional. 

Hadi mengutip pernyataan Menko Perekonomian Darmin Nasution bahwa dengan penerapan B20 di semua sektor devisa yang bisa dihemat hingga akhir tahun ini sekitar 2 miliar-3 miliar dolar Amerika Serikat.

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Pasar Cermati Konflik AS-Iran hingga Inflasi Pangan Dalam Negeri

Rupiah ditutup melemah ke Rp18.156 per dolar AS pada Selasa (3/11/2026). Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah bergerak hingga Rp18.210 besok.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut