Mau Terhindar dari Lowongan Kerja Bodong, Begini Caranya
4. Sesuaikan alamat dan nomor telepon perusahaan
Mengingat, kasus penipuan rekrutmen kerja semakin merajalela, pastikan Anda selalu mengecek alamat dan nomor telepon yang tercantum dalam informasi lowongan kerja.
Apabila alamat dan nomor telepon yang dicantumkan berbeda, coba cek ke situs resmi dari perusahaan yang dilamar. Sebab, informasi terkait perubahan alamat dan nomor telepon terkadang tidak diumumkan kepada khalayak umum.
Apabila perusahaan tidak mengubah informasi apapun, situs tersebut sedang berusaha mencari korban. Jangan mau menjatuhkan lamaran lewat situs yang bersangkutan agar Anda tidak kena tipu.
5. Perhatikan tata cara melamar yang diperlukan
Perusahaan mempunyai tahap-tahap rekrutmen kerja yang jelas. Mulai dari tahap menjatuhkan lamaran, uji psikologis, cek kesehatan, hingga tahap interview kerja dengan rentang waktu tertentu.
Setiap tahap memiliki standar masing-masing di setiap perusahaan. Jika Anda memenuhi standar yang ditetapkan, dapat dipastikan kalau Anda akan lolos.
Sementara itu, perusahaan yang nakal tidak memiliki standar jelas. Perusahaan tersebut malah melewatkan tahap-tahap paling krusial, seperti interview kerja. Anda patut waspada dengan perusahaan yang seperti ini.
6. Hindari perusahaan yang meminta uang pendaftaran
Perusahaan tidak pernah memungut biaya apapun kepada pelamar kerja. Adapun biaya yang dikeluarkan selama proses rekrutmen akan ditanggung oleh perusahaan itu sendiri.
Jangan percaya apabila pihak pengelola lowongan kerja meminta Anda untuk membayar sejumlah uang melalui nomor rekening tertentu. Apalagi jika alasannya untuk memudahkan proses rekrutmen kerja.
Seleksi kerja di perusahaan yang profesional sangatlah ketat. Bentuk-bentuk kecurangan, seperti suap sangat jarang terjadi karena perusahaan ingin mendapatkan kandidat yang dapat diandalkan saat bekerja, bukan karyawan yang suka berpolitisi.
7. Perhatikan bahasa iklan secara seksama
Bahasa yang digunakan oleh lowongan kerja palsu pada umumnya berlebihan, seperti “gaji tinggi, 100 persen diterima bekerja, posisi terbatas”. Sedangkan lowongan kerja yang sesungguhnya tidak pernah membubuhkan kalimat apapun di dalam surat edaran lowongan kerja, kecuali syarat, ketentuan, dan alamat e-mail untuk mengirimkan berkas.
Perhatikan juga penggunaan bahasa iklan yang tertera pada situs lowongan pekerjaan. Kalau perlu, bandingkan isinya dengan situs yang lain untuk memastikan apakah informasi lowongan kerja asli atau palsu. (asp)