Cerita Menteri Sofyan Susah Urus Sertifikat Tanah di Luar Jawa

Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil
Sumber :
  • ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Zabur Karuru

VIVA – Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil menyebutkan, pihaknya mengalami kesulitan dalam kepengurusan proses sertifikasi tanah bagi daerah luar pulau Jawa.

img_title Tanah Indonesia Tak Bertambah, ATR/BPN Ungkap Pentingnya Pemetaan untuk Atur Ruang

Hal tersebut, menyusul banyaknya konflik seperti, sengketa tanah yang ada pada wilayah di luar pulau Jawa. Khususnya di Kalimantan dan Papua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk daerah paling tinggi proses penyelesaian sertifikasi yakni, Tangerang. Tetapi, paling minim, yakni Kalimantan dan Papua, itu karena banyaknya konflik tanah. Namun, sejauh ini seluruh tanah di Indonesia akan ditargetkan terdaftar hingga tahun depan meski, belum tersertifikasi," katanya di Tangerang, Senin 18 Februari 2019.

img_title Palsukan Sertifikat Tanah di Tangerang, Jaksa Tuntut Charlie Chandra 5 Tahun Penjara

Sejauh ini, dari 1.040.000 bidang tanah, yang sudah terdaftar sebanyak 716 ribu dan masih 323 ribu lagi yang harus disertifikasi. Pemerintah menargetkan 2023, akan selesai, dengan target per satu tahun itu 60 hingga 70 ribu.

"Kalau sertifikasi, tahun ini DKI Jakarta sudah 100 persen. Disusul Bali, hampir seratus persen, tinggal bereskan yang kecil di luar Jawa. Harapan, tentu 2023 selesai," ungkapnya. (asp)

img_title Kades Mandiri Dalih Sertifikat Tanah Kantor Desa Tidak Tergadai, Tapi...
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid

Balik Nama Sertifikat Tanah 10 Hari Diperluas, 24 Kantah Baru Mulai September 2026

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid targetkan 24 kantor pertanahan tambahan menerapkan layanan balik nama sertifikat tanah maksimal 10 hari mulai 24 September 2026.

img_title
VIVA.co.id
17 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut