Bina Marga Didorong Perbaiki Pengelolaan Parkir di Rest Area

Ilustrasi rest area dipenuhi pemudik
Sumber :
  • TMC Polda Metro

VIVA – Dalam pola pengelolaan jalan tol berkelanjutan, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat didorong untuk memperhatikan Rest Area, sebagai salah satu hal penting dari operasional sebuah jalan tol.

img_title Pramono Mau Tambah PJLP Bina Marga untuk Atasi Jalan Berlubang

Hal itu diutarakan oleh Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, yang menyebut bahwa saat ini masih banyak mekanisme dari alur masuk dan keluar kendaraan di Rest Area, yang belum cukup memadai secara desain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Masih banyak Rest Area yang alur masuk-keluar kendaraannya membuat orang ngantre," kata Agus dalam diskusi di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat 2 Agustus 2019.

img_title Belum Ada Aspal Tahan Hujan, Banjir hingga Kendaraan di Jakarta, Kata Kepala Dinas Bina Marga

Agus pun mengkritisi penempatan lahan parkir di Rest Area, yang menurutnya masih terlalu memanjakan para pengendara. Dimana, sejumlah tempat parkir di buat mengelilingi unit-unit yang dituju para pengendara, seperti misalnya di sekitar toilet, masjid, dan tempat-tempat makan.

"Begitu pun kalau para pengendara itu mau makan atau mau salat, itu pasti mereka berebut parkir tepat di depan tempat makan atau di sekitar musala," ujarnya.

img_title ASN Bina Marga yang Diduga Tebang Pohon Secara Ilegal Dimutasi ke Bagian TU

Dia pun menyarankan bahwa lahan parkir di Rest Area itu bisa dibuat dengan model terpusat, meskipun mengharuskan para pengendara jalan kaki untuk menuju toilet, musala, atau tempat makan yang ingin ditujunya.

Dengan demikian, pengaturan tempat parkirnya bisa ditempatkan di bagian depan, atau bisa juga di bagian belakang Rest Area tersebut.

"Biarkan dia jalan kaki baik untuk makan, salat, atau ke toilet. Pokoknya jangan selalu dimanjakan dengan parkiran yang selalu tersedia di dekat atau di depan unit-unit yang diperlukan itu," kata Agus.

Kepadatan di Rest Area yang kerap berimbas ke jalan tol, diakui Agus umumnya disebabkan karena kurang efektifnya pengelolaan arus kendaraan di Rest Area seperti itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia pun berharap ke depannya pemerintah dan semua pihak pengelola jalan tol bisa meniru beberapa negara di Eropa, yang memisahkan Rest Area ke sebuah kawasan dan tidak berada tepat di pinggir jalan tol tersebut.

Agar setidaknya, imbas kemacetan di dalam Rest Area tidak sampai berdampak pada kelancaran arus di jalan tol itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut