PPP: Pemerintah Harus Jamin Kehalalan Daging Impor

Ilustrasi daging.
Sumber :
  • Pixabay/Meditations

VIVAnews – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan DKI Jakarta Abdul Aziz menyayangkan sempat munculnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 29 Tahun 2019 tentang ketentuan ekspor dan impor hewan dan produk hewan. Beruntung, Permendag ini segera direvisi sehingga tak memungkinkan masuknya daging impor non halal ke Indonesia.

img_title Prabowo: Indonesia Tidak Boleh Impor Satu Barel Minyak, Tabung LPG Lagi!

“Sebagai negara mayoritas muslim, pemerintah harus menjamin peredaran daging di pasaran mengantongi sertifikasi halal, termasuk daging impor yang masuk ke Indonesia,” kata Aziz melalui keterangan resminya, Selasa, 17 September 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyebut, bagi umat Islam makanan bukan hanya barang konsumsi namun juga harus halal dan baik. Sehingga semua makanan harus dipastikan kehalalannya.

img_title Prabowo Tak Akan Impor Solar per 1 Juli, Klaim Kebijakan B50 Sukses Bikin Hemat Devisa Rp170 T

“Semua hewan yang dagingnya dikonsumsi, harus melalui proses penyembelihan secara Islami. Negara pengekspor harus memastikan memiliki lembaga yang memastikan halal tidaknya produk pangan,” kata Aziz.

Aziz mengatakan, sejak munculnya Permendag 29/2019 banyak masukan dan protes yang dilayangkan umat muslim, khususnya dari konstituen PPP. Umat Islam sempat heran kenapa Kemendag menerbitkan peraturan tersebut yang sempat meresahkan.

img_title Prabowo Ungkap Indonesia Impor BBM Diatas Rp500 Triliun per Tahun

“Kemendag dan kementerian lainnya jangan sampai kembali mengeluarkan peraturan yang merugikan konsumen khususnya umat Islam,” kata Aziz.

Sebagaimana diberitakan, Kemendag dalam revisi Permendag 29/2019 telah mencantumkan secara eksplisit syarat halal dalam impor hewan dan produk turunannya. [mus]

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono.

RI Catat Surplus Neraca Perdagangan US$120 Juta Juli 2026

Sementara itu, surplus perdagangan nonmigas pada periode Januari–Juli 2026 terutama berasal dari beberapa komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati.

img_title
VIVA.co.id
1 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut