Kementerian Keuangan: Tidak Ada Istilah Diskon Rokok

Gedung Kementerian Keuangan.
Sumber :
  • Arrijal Rachman/VIVAnews.com

VIVA – Kementerian Keuangan membantah adanya kebijakan diskon rokok. Hal itu seiring dengan kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau atau rokok yang telah ditetapkan berlaku pada tahun ini.

img_title Larangan Perisa Rokok, Pedagang Khawatir Omzet Menurun

Plt Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara (PKPN) Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Pande Putu Oka Kusumawardani, mengatakan, terminologi diskon rokok tersebut tidak pernah disebutkan dalam peraturan mana pun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apakah terminologi diskon rokok tepat digunakan atau enggak, menurut saya kurang tepat," kata Oka dalam diskusi bertajuk "Optimalisasi Penerimaan Negara dari Cukai Rokok," Kamis, 18 Juni 2020.

img_title Dirjen Bea Cukai Masih Kaji Skema Layer Baru, Penjual Rokok Ilegal Bakal Ditarik ke Jalur Legal

Diskon rokok yang selama ini dianggap menjadi representasi dari Peraturan Direktur Jenderal Bea Cukai Nomor 37 Tahun 2017 menyebutkan bahwa harga transaksi pasar (HTP) diperbolehkan 85 persen dari harga jual eceran (HJE) yang tercantum dalam pita cukai.

Produsen dapat menetapkan HTP yang merupakan harga jual akhir rokok ke konsumen di bawah 85 persen dari HJE bilamana dilakukan tidak lebih dari 40 kota yang disurvei oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.  

img_title Pesan Tegas Suahasil Nazara Soal Rokok Ilegal Usai Jadi Menkeu

Namun, menurut Oka, kebijakan tersebut tidak dapat diartikan bahwa pemerintah memberikan diskon kepada produsen atas HJE yang telah ditetapkan. Sebab, menurut dia, aturan itu hanya memberi ruang gerak dari sisi biaya distribusi kepada produsen rokok.

"Untuk bisa memungkinkan rantai distribusi berfungsi dengan baik perlu ruang gerak dan dari situ diatur harga transaksi dimungkinkan di bawah HJE threshold 85 persen. Tidak ada istilah diskon rokok," tutur dia.

Ilustrasi belanja di supermarket

Penjualan Eceran Naik, Makanan hingga Rokok Jadi Penopang Belanja Warga RI

Penjualan eceran RI tumbuh 1,3 persen pada Agustus 2026. Data BPS mencatat belanja rokok dan tembakau mencapai Rp94.180 per kapita per bulan. Baca di sini

img_title
VIVA.co.id
9 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut