Rizal Ramli: Ekonomi Singapura Bakal Lebih Rontok Dibanding Indonesia

Pakar ekonomi dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 8 Maret 2020.
Sumber :
  • VIVAnews/Nur Faishal

VIVA – Resesi ekonomi menghantui dunia saat ini di tengah pandemi Virus Corona yang berkepanjangan. Sejumlah negara seperti Singapura dan Korea Selatan ekonominya pun telah merosot akibat pandemi tersebut.

img_title Industri Fesyen Muslim Indonesia Punya Potensi Ekonomi Besar, Pasar Global Jadi Rebutan

Lalu bagaimana dampaknya ke Indonesia? Ekonom Senior Rizal Ramli mengungkapkan, resesi ekonomi global tidak akan terlalu berdampak menghantam ekonomi Indonesia. Sebab, roda utama ekonomi Indonesia berasal dari konsumsi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi dampak global dari resesi dunia itu lebih kecil ke Indonesia," ujar Rizal dalam acara virtual Ngopi bareng RR, Kamis 23 Juli 2020.

img_title Kadin Indonesia Genap 58 Tahun, Anindya Bakrie Ungkap Fokus Besar untuk Dunia Usaha dan UMKM

Rizal menjelaskan, suatu negara akan terhantam keras oleh resesi ekonomi global apabila perekonomiannya ditopang mayoritas dari kegiatan ekspor. Dampaknya akan lebih besar lagi apabila nilai ekspor negara tersebut lebih besar dari produk domestik bruto (GDP) negara tersebut.

"Suatu ekonomi (negara) yang ekspornya lebih besar, lebih besar dari GDP-nya. Dia akan dapat dampak dari resesi global yang lebih besar," tambahnya.

img_title Menkeu Suahasil Bertemu Danantara, Strategi Investasi Jadi Bahasan untuk Dorong Ekonomi RI

Rizal pun mencontohkan, hantaman keras resesi global itu yang saat ini dialami oleh Singapura. Ekonomi negara yang jadi hub atau penghubung perdagangan Internasional itu pun, akan lebih merasakan perih dibanding Indonesia saat ini

"Singapura akan lebih rontok dibandingkan Indonesia. Karena Indonesia 60 persen GDP-nya konsumsi dalam negeri ekspor itu hanya kurang dari 20 persen." tambahnya.

Baca juga: 30 Persen Investasi Asing Masuk ke Indonesia Lewat Singapura

Meski demikian Rizal mengingatkan, pemerintah Indonesia tidak boleh terlena dengan hal tersebut. Harus ada sikap yang tegas untuk menyikapi dampak dari pandemi ini terhadap ekonomi.

Jika perlu, ketimbang terus ragu dengan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), lebih baik pemerintah melakukan lockdown. Langkah itu tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan. mengingat menurutnya infeksi Virus Corona di Indonesia belum mencapai puncaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mungkin kalau lockdown biayanya besar tapi hanya buat 1 bulan tapi setelah itu dampak ekonominya kecil," tegasnya.

Pantau berita terkini di VIVA terkait Virus Corona

Sekolah Rakyat.

Presiden Prabowo Dorong Kesejahteraan Rakyat Lewat Program Gizi, Pendidikan, dan Kesehatan

Sarmuji menilai program pemerintah berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui gizi, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pemerataan akses listrik.

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut