Menhub Minta Operator Angkutan Darat Move On Saat Pandemi COVID-19

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Sumber :
  • VIVAnews/Agus Rahmat

VIVA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam berbagai moda angkutan darat, di tengah pandemi COVID-19. Hal tersebut penting untuk kesehatan masyarakat dalam upaya memulihkan ekonomi nasional.

img_title Kemenhub: Pergerakan Penumpang Mudik Lebaran 2026 Tembus 10 Juta Orang, Naik 9,23 Persen

Baca juga: Kemenhub Atur Tiga Hal Soal Pengendalian Transportasi di New Normal

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kehadiran negara untuk fasilitas perpindahan orang dituntut maksimal. Apalagi dalam masa pandemi tidak boleh lalai atas protokol kesehatan," kata Budi saat webinar bertajuk Transportasi untuk Merajut Keberagaman, Rabu, 19 Agustus 2020.

img_title Pengusaha dan Pengemudi Angkutan Umum Sepakat Jaga Keselamatan Mudik Lebaran 2026

Budi menambahkan peran transportasi darat sangat vital dalam menggerakkan roda perekonomian nasional hingga saat ini. Karena menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan aktivitas sosial hingga ekonomi.

Dengan kondisi itu, semua stakeholder transportasi darat harus memastikan protap kesehatan COVID-19 sehingga bisa melindungi dan terlindungi saat melakukan  pelayanan. 

img_title Angkot di Jalur Puncak Setop Beroperasi pada 24, 25 dan 30, 31 Desember, Sopir Dapat Rp200 Ribu Per Hari

Protap-protap yang harus diterapkan dalam transportasi umum darat di antaranya menerapkan pengurangan jumlah penumpang. Selain itu, menjaga jarak antara penumpang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas dasar itu, ia meminta seluruh operator moda angkutan darat untuk lebih kooperatif dalam mengikuti aturan pemerintah atas pelaksanaan protokol kesehatan di era kebiasaan baru. Karena imbasnya sektor transportasi darat diharapkan dapat berkontribusi lebih terhadap percepatan proses pemulihan ekonomi nasional.

“Di masa pandemi ini semua harus move on, dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Tapi kita tidak ingin terkapar karena tidak ada ekonomi. Maka protokol kesehatan harus," ujar Budi.

Loket tiket bus AKAP.

Bus AKAP Diawasi Ketat, Jutaan Perjalanan Ternyata Terindikasi Langgar Aturan

Kemenhub saat ini sudah menemukan lebih dari 1,6 juta perjalanan bus AKAP yang terindikasi melanggar aturan sepanjang bulan Januari hingga Oktober 2026.

img_title
VIVA.co.id
4 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut