Animo Masyarakat Beli Properti Cukup Tinggi saat Pandemi, Tapi...

Ilustrasi properti.
Sumber :
  • Dokumentasi Bank BTN.

VIVA – Animo masyarakat untuk memproperti">beli properti secara tunai ternyata masih cukup besar. Meskipun saat ini pandemi COVID-19 masih melanda Tanah Air.

img_title Tren Properti Berubah, Hunian Kini Jadi Aset Investasi Jangka Panjang

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda. Menurutnya, tren pembelian properti dari kalangan menengah ke atas masih menyimpan potensi besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi, dampak COVID-19 dari segi ekonomi cukup menghantam masyarakat dari kalangan menengah ke bawah.

img_title Properti Residensial dan Hospitality Kelas Atas Ditantang Hadirkan Pengalaman yang Makin Personal

"Saat ini orang-orang menengah ke bawah memang terdampak, tapi kalangan masyarakat menengah atas masih menyimpan potensi (pembelian properti)," kata Ali dalam telekonferensi, Kamis, 17 September 2020.

Baca juga: 11 Juta Rekening Penerima Bantuan Gaji Rp600 Ribu Lolos Validasi BPJS

img_title Pasar Properti Indonesia Kian Selektif

Hasil survei IPW menunjukkan, minat masyarakat untuk membeli properti saat ini masih cukup besar. Ada 68,09 persen responden yang menyatakan bahwa mereka masih sanggup membeli properti meskipun di saat pandemi COVID-19 seperti saat ini.

IPW menyebut bahwa persentase mereka yang masih sanggup membeli rumah dengan harga di atas Rp3 miliar, masih menyimpan potensi permintaan sebesar 7,45 persen. Khususnya di segmen masyarakat menengah ke atas.

"Yang punya uang saat ini sangat berpotensi membeli properti karena harganya banyak yang turun. Jadi yang tadinya dia bisa beli (rumah seharga) Rp3 miliar, sekarang dia masih bisa beli yang harga Rp1 miliar," ujarnya.

Hal itu, menurut Ali, masih didukung dengan kondisi, di mana banyak pengembang properti yang justru menurunkan harga jual propertinya. Bahkan, hal itu juga dilakukan oleh para pengembang besar di sejumlah titik wilayah 'mahal' properti, seperti misalnya di kawasan Pondok Indah, Kelapa Gading, hingga kawasan Pluit.

"Kalau (harga properti) di Pondok Indah bisa turun di kisaran 30-50 persen, maka hal yang sama juga terjadi di kawasan Kelapa Gading dan Pluit," kata Ali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, Ali menilai bahwa masyarakat di kalangan menengah ke atas sebenarnya masih mampu untuk membeli properti di masa pandemi COVID-19. Hal itu seiring menurunnya harga properti tersebut.

Bahkan, hal itu juga masih berpotensi dilakukan oleh masyarakat menengah, namun dengan kisaran harga properti yang dinilai masih terjangkau meskipun urgensinya tak terlalu besar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut