Pasar Properti Indonesia Kian Selektif
- Freepik
VIVA — Pasar properti Indonesia tahun ini semakin selektif. Dari perspektif Co-Founder Linktown Abel Andy Kurniajaya, ada sejumlah faktor utama memengaruhi pergerakan pasar, mulai dari kebijakan pemerintah, daya beli, lokasi, segmentasi hingga strategi harga (pricing).
Berbagai insentif pemerintah dinilai tetap memberikan dukungan terhadap pasar, khususnya rumah tapak. “Namun, pelaku industri masih membutuhkan kepastian kebijakan dan percepatan implementasi agar konsumen tidak terlalu lama menunda keputusan pembelian,” katanya.
Di sisi lain, daya beli masyarakat masih menjadi salah satu tantangan utama. Konsumen kini semakin selektif dan membutuhkan waktu lebih panjang untuk mengambil keputusan, terutama dalam mempertimbangkan besaran cicilan serta bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
“Lokasi tetap menjadi faktor penting. Kawasan yang memiliki akses transportasi, fasilitas pendidikan, pusat komersial, dan potensi pertumbuhan kota masih menunjukkan permintaan yang relatif kuat,” jelas Abel. Selain lokasi, segmentasi pasar juga mesti menjadi perhatian pengembang.
Menurutnya, pasar end-user saat ini lebih dominan dibandingkan investor. Produk di kisaran harga menengah dengan kebutuhan hunian nyata cenderung memiliki pergerakan lebih baik dibandingkan produk premium yang lebih bergantung pada permintaan investasi.
Strategi harga juga menjadi faktor penting, sehingga penentuannya harus dilakukan secara realistis dan disesuaikan dengan kondisi pasar. Menghadapi kondisi tersebut, Linktown mengandalkan strategi data-driven digital marketing untuk meningkatkan efektivitas pemasaran sekaligus kualitas prospek.
Menurut Winaldo, Co-Founder Linktown, Meta Ads dan Google Ads dioptimalkan untuk menjangkau calon konsumen yang benar-benar memiliki intensi membeli, sehingga biaya pemasaran menjadi lebih efisien dan hasilnya lebih terukur.
Selain itu, Linktown mengintegrasikan seluruh proses mulai dari lead generation, customer relationship management (CRM), follow-up, hingga analisis konversi secara digital.
Pendekatan ini memungkinkan tim sales bekerja lebih cepat, responsif, dan fokus pada prospek yang berkualitas. “Mulai tahun ini, Linktown juga memperkuat lini secondary market sebagai strategi baru untuk memperluas cakupan bisnis," jelas dia.
Berbeda dengan agen properti konvensional, Linktown menerapkan pendekatan digital yang dipadukan dengan strategi akuisisi dan pemasaran yang lebih terintegrasi, sehingga proses mendapatkan listing, membangun permintaan, hingga menghasilkan transaksi dapat dilakukan secara lebih efektif dan terukur.