Dibuka Memerah, IHSG Diprediksi Masih Tertekan Hari Ini

Ilustrasi IHSG
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG memerah di level 5.082 pada pembukaan perdagangan Kamis 22 Oktober 2020. Posisi itu melemah 14 poin atau 0,28 persen, dibanding penutupan perdagangan Rabu 21 Oktober 2020 di level 5.096.

img_title IHSG Kamis Pagi Dibuka Melemah 1,51 Persen, Jadi 5.247

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, memprediksi, IHSG masih akan berpotensi mengalami tekanan pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah sebelumnya sektor keuangan dan properti mengalami penurunan dan menjadi penekan bagi IHSG," kata Lanjar dalam keterangan tertulisnya, Kamis 22 Oktober 2020.

img_title Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas? OJK Siapkan Jurus Ini Jelang Keputusan MSCI

Baca juga: Kementerian Keuangan Akan Rombak Sistem Pengelolaan Pensiun

Lanjar menjelaskan, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan telah menyepakati aturan terkait pinjaman likuiditas untuk perbankan, yang juga penyesuaian suku bunga pinjaman di bank konvensional dan nisbah bagi hasil di bank syariah.

img_title IHSG Ditutup Menguat 0,94 Persen ke 5.328, Saham SOHO hingga STRK Melonjak

Secara global, investor masih akan menanti hasil dari debat presiden terakhir sebelum pemilihan umum di Amerika Serikat, antara Presiden Donald Trump dan mantan wakil presiden Joe Biden.

"Sehingga IHSG masih berpotensi tertekan dengan support-resistance 5.067-5.116," kata dia.

Lanjar juga memberikan rekomendasi mengenai saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini, di antaranya yakni GGRM, HMSP, ICBP, JSMR, LSIP, MYOR, SMGR, TKIM, dan INKP.

Sementara itu, secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji menjelaskan, adapun support maupun resistance berada pada level 5.023,89 hingga 5.187,28.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan indikator, MACD dan RSI telah menunjukkan sinyal positif. Sementara itu, Stochastic sudah berada di area netral.

"Pergerakan IHSG telah menguji garis MA 10, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance terdekat masih terbuka lebar," ujarnya. (art)

Ilustrasi - Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mulai 2 November, BEI Keluarkan Saham HSC dari Kriteria Seleksi IHSG

BEI mengubah kriteria evaluasi IHSG mulai 2 November 2026. Saham dalam Papan Akselerasi dan kategori HSC dikecualikan dari seleksi indeks. Baca di sini

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut