REI Sebut Selisih Bunga KPR di Indonesia Tertinggi di Dunia

Ilustrasi perumahan.
Sumber :
  • PUPR

VIVA – Real Estat Indonesia (REI) mengungkapkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia saat ini masih sangat tinggi. Bahkan, selisihnya menjadi yang tertinggi di dunia dibanding bunga acuan bank sentral yaitu Bank Indonesia.

img_title Luncurkan Logo Baru, Begini Kiprah LippoLand di Industri Properti Indonesia

Ketua Umum REI, Totok Lusida, mengatakan, saat ini, suku bunga acuan Bank Indonesia hanya di level 3,75 persen, sedangkan bunga pinjaman lainnya di perbankan termasuk bunga KPR di kisaran 11-12 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sehingga margin-nya berlipat-lipat yang mungkin terbesar di dunia margin yang ada," tutur Totok dalam acara bertajuk 'Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan,' Senin, 28 Desember 2020.

img_title Hakim MA Gazalba Saleh Didakwa TPPU untuk Beli Alphard hingga Lunasi Rumah KPR

Baca juga: AP II Sediakan Layanan Tes COVID-19 untuk Umum di Bandara Soetta

Berdasarkan data Suku Bunga Dasar Kredit Oktober 2020 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), KPR untuk PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) misalnya sebesar 10,5 persen dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) 9,9 persen.

img_title Jenis-jenis KPR yang Harus Anda Pahami Sebelum Kredit Rumah

Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk mencapai 10 persen dan PT Bank Negara Indonesia Tbk mencapai 10,15 persen. Sementara itu, PT Bank Centra Asia Tbk (BCA) sebesar 8,75 persen dan PT Bank Maybank Indonesia 9,25 persen.

"Sehingga kami mohon dengan berbagai alasan perbankan yang menyatakan masyarakat masih (simpan) deposito, yang belum jatuh tempo dengan BI Rate mohon ada penyesuaian," tutur dia.

Di sisi lain, dia menegaskan, pandemi COVID-19 juga telah menekan kinerja sektor perumahan di Indonesia. Khususnya dari sisi permintaan terhadap perumahan-perumahan yang telah disediakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah dan Apartemen atau KPR dan KPA turun tajam akibat COVID-19, dari 7,99 persen pada 2019, menjadi hanya sebesar 2,05 persen pada kuartal III-2020.

"Untuk itu dibutuhkan ada policy khusus, dibutuhkan ketetapan policy, masalah anggaran. Di sini kami sampaikan pembangunan untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah," tutur Totok.

Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto (kanan)

BI Rate Naik, Airlangga Minta Bank Himbara Tak Terburu-buru Naikkan Bunga Kredit

Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut kenaikan BI Rate memang berpotensi memengaruhi biaya pinjaman melalui mekanisme transmisi kebijakan moneter.

img_title
VIVA.co.id
19 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut