Australia Jadi Biang Kerok Harga Daging Sapi Dalam Negeri Melonjak

Lapak pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, kosong.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Willibrodus.

VIVA – Kementerian Perdagangan mengungkapkan penyebab utama meroketnya harga daging beberapa hari terakhir. Kenaikan itu menyebabkan para pedagang di sejumlah pasar mogok jualan sehingga terjadi kelangkaan daging di tingkat konsumen.

img_title Erick Thohir Beri Peringatan untuk Timnas Indonesia usai Lolos ke Piala Asia U-20 2027

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Didi Sumedi menjelaskan, kondisi itu disebabkan naiknya harga daging sapi bakalan impor dari Australia. Mereka melakukan pembatasan ekspor karena sedang dalam upaya regenerasi populasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena mereka dalam program regenerasi populasi. Mereka sebetulnya tidak berhenti tapi dia menahan ekspor sehingga gejala supply demand berubah," tutur Didi di Bekasi, Jawa Barat, dikutip, Jumat, 22 Januari 2021.

img_title Hasil Timnas Indonesia U-20 Vs Australia 2-0: Garuda Muda Juara Grup dan Lolos ke Piala Asia 2027

Baca juga: Ajukan KPR BTN Tahun Ini, Ada Subsidi FLPP Rp8,73 Triliun

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto menambahkan, selama satu semester terakhir harga sapi bakalan itu mengalami kenaikan dari Juni 2020 di kisaran US$2,8 per kg berat hidup dan kini Januari 2021 menjadi US$3,78 per kg berat hidup.

img_title Sedang Berlangsung, Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Australia di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Kondisi ini menyebabkan kenaikan harga karkas di tingkat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sekitar 11,6—12,6 persen pada Januari 2021. Oleh sebab itu, pedagangan pasar harus menjual di tingkat konsumen dari rata-rata Rp110 ribu per kg menjadi Rp140 ribu per kg.

"Karena mereka (pedagang daging pasar) merasa tebus daging dari distributor mengalami kenaikan terus, memang saat ini ada kenaikan harga dari impor yang dari Australia," tutur Suhanto pada kesempatan yang sama.

Dalam jangka pendek ini, Suhanto menyatakan, pemerintah akan berusaha mempertemukan antara para penyetok ataupun distributor daging beku dengan para pedagang pasar. Supaya stok daging beku saat ini bisa dimanfaatkan terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mereka meminta untuk pemerintah turunkan harga. Lalu dalam jangka pendek kami dari Kemendag koordinasi dengan para pedagang, kami coba pertemukan dengan sumber daging yang masih bisa didapat masyarakat," tutur dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah mengambil langkah antisipasi terkait aksi mogok jualan sejumlah pedagang daging sapi di Jabodetabek. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Pemprov DKI menyiapkan daging sapi beku di lima titik dengan harga yang cukup terjangkau. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut