BUMN Ini Ekspor Komponen Pembangkit Listrik ke Brasil dan Bahrain

Barata Indonesia ekspor komponen pembangkit listrik ke Bahrain dan Brasil
Sumber :
  • Barata Indonesia

VIVA – PT Barata Indonesia (Persero) melakukan ekspor komponen pembangkit listrik ke dua negara, yakni Bahrain dan Brasil. BUMN ini diketahui bergerak di berbagai bidang, antara lain industri agro/pangan (food), industri energi seperti pembangkit listrik dan migas (energy), hingga infrastruktur air seperti bendungan (water) serta industri komponen dan permesinan.

img_title Danantara Sudah Tutup 364 BUMN, Rosan Roeslani: Target Akhir Tahun 700 Perusahaan

Direktur Operasi Barata Indonesia, Bobby Sumardiat Atmosudirjo menjelaskan, ekspor kali ini dilakukan melalui Divisi Pembangkit dengan Pabrik Komponen Turbin yang berada di Cilegon. Ekspor resmi dilakukan pada Rabu, 27 Januari 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia pun merinci, dua komponen pembangkit andalan Barata yang diekspor ke Bahrain kali ini yakni LP Outer Casing dan Condenser, akan digunakan pada Pembangkit Lisrik Tenaga Gas (PLTG) Al Dur Phase II yang dibangun di lokasi existing dekat site Al Dur Phase I IWPP Plant.

img_title Prabowo Mau Tutup 700 BUMN, Perusahaan yang Bikin Laporan Keuangan Palsu Ikut Disikat

"Yang sebelumnya juga menggunakan produk Barata Indonesia untuk penyediaan komponen pembangkit listriknya," kata Bobby dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 28 Januari 2021.

Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

img_title IHSG Merosot di Bawah 5.000, Danantara Mau Tambah Saham BUMN

Bobby mengatakan, nantinya pembangkit tersebut akan memiliki empat Gas Turbine Generation (GTG) dengan empat Heat Recovery Steam Generator serta dua Steam Turbine. "Untuk mengerjakan komponen tersebut, Pabrik Komponen Turbin Cilegon membutuhkan waktu 60.000 jam kerja," ujarnya.

Selain melakukan ekspor ke Bahrain, Barata Indonesia juga melakukan ekspor komponen pembangkit Steam Turbine Condenser ke Pembangkit Listrik Parnaiba V, Brasil. Bobby bahkan menyebut bahwa ekspor Steam Turbine Condenser kali ini merupakan salah satu yang terbesar dan terpanjang yang pernah dikerjakan oleh pihaknya melalui pabrik Cilegon, dengan tonase yang hampir mencapai 500 ton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menambahkan, target perusahaan sampai saat ini juga tidak berubah, untuk terus menjadi perusahaan manufaktur nasional yang berdaya saing hingga mancanegara. Perseroan pun berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi pemulihan ekonomi nasional khususnya melalui performa ekspor. 

”Target kami tahun 2021 sebesar US$30 juta. Ini adalah semangat optimisme kami untuk terus menghasilkan produk-produk manufaktur yang tidak hanya kompeten, tapi juga berdaya saing global secara berkelanjutan," kata Bobby.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut