Rupiah Menguat Jelang Akhir Pekan, Terdongkrak Sentimen Ini

Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

VIVA – Jelang akhir pekan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS menguat pada transaksi antarbank di Jakarta menguat. Penguatan itu didukung pulihnya pasar tenaga kerja di Amerika Serikat.

img_title Misteri Rp250 Juta dari PCNU Nias, KPK Telusuri Dugaan Kaitannya dengan Muktamar NU

Pada pukul 9.55 WIB di pasar spot, rupiah bergerak menguat 33 poin atau 0,23 persen ke posisi Rp14.372 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.405.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada hari ini mematok rupiah terhadap dolar AS senilai Rp14.371. Atau, menguat dari kemarin yang dipatok Rp14.421 per dolar AS.

img_title 3 Kali Terbang dalam Sehari, TNI AU Tingkatkan Operasi Hujan Buatan di Kalimantan untuk Atasi Karhutla

Baca juga: Update Harga Emas 12 Maret 2021: Produk Global Perkasa, Antam Loyo

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail dalam analisa hariannya mengungkapkan, indeks dolar kemungkinan melemah ke level 91,3 hari ini di tengah membaiknya data pasar tenaga kerja AS.

img_title Antrean BBM di Malang hingga Jember Mengular, ESDM Janji Beres dalam 2 Hari

Klaim tunjangan pengangguran awal di AS pada minggu pertama Maret 2021 yang tercatat sebesar 712 ribu orang. lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebesar 725 ribu orang menandakan semakin pulihnya pasar tenaga kerja AS.

"Data tersebut kemungkinan mendorong risk apatite investor global untuk membeli aset keuangan yang lebih berisiko di negara berkembang," ujar Ahmad.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kemungkinan stabil di level 1,53 persen. Data indeks harga konsumen AS pada Februari yang sesuai dengan ekspektasi pasar, kemungkinan akan menjaga stabilnya imbal hasil obligasi AS.

Tercatat indeks harga konsumen AS naik 1,7 persen secara tahunan (yoy) pada Februari, sesuai dengan ekspektasi analis. "Penurunan indeks dolar dan stabilnya yield US treasury kemungkinan akan membantu penguatan rupiah," kata Ahmad. (Ant)

Ilustrasi uang rupiah.

Rupiah Hari Ini Bertahan di Rp17.992 per Dolar AS, Bagaimana Pengaruh Kebijakan The Fed?

Rupiah stagnan di Rp17.992 per dolar AS pada Rabu pagi, setelah menguat sehari sebelumnya. Pasar mencermati kebijakan AS, konflik Timur Tengah, dan sinyal The Fed.

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut