Mendag Lutfi Jamin Tidak Ada Impor Beras Saat Panen Raya

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi
Sumber :
  • Antara/HO-Kemendag

VIVA – Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menjamin bahwa tidak akan ada impor beras ketika masa panen raya, dan tidak ada beras impor yang akan menghancurkan harga petani karena pemerintah sendiri memang belum memutuskan soal impor beras tersebut

img_title Syed Saddiq Ungkap Malaysia Pernah Tawarkan Bantuan Pesawat dan Helikopter untuk Tangani Karhutla

Lutfi menjelaskan, sebenarnya pemerintah tidak akan melakukan impor beras, apabila tingkat penyerapan beras produksi dalam negeri oleh Bulog bisa berjalan dengan baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena di situasi begitu itu memang dinamis. Saya jamin tidak ada impor ketika panen raya, dan hari ini tidak ada beras impor yang menghancurkan harga petani, karena memang kita belum impor," kata Lutfi dalam telekonferensi, Jumat 19 Maret 2021.

img_title Syed Saddiq Respons Pernyataan M. Lutfi soal Karhutla: Ini Bukan Malaysia Lawan Indonesia!

Lutfi menegaskan, wacana impor satu juta ton beras yang ramai diperbincangkan publik dalam beberapa waktu terakhir, adalah demi menjaga stok beras Bulog agar tetap berada di kisaran 1,5 juta ton sebagaimana yang selama ini dilakukan oleh pemerintah. 

Karena, kata dia, total stok beras Bulog saat ini berada di bawah satu juta ton, ditambah adanya penurunan mutu pada beras impor 2018 sebagaimana yang sebelumnya diutarakan oleh Dirut Bulog, Budi Waseso.

img_title Respons Kritik Mantan Mendag Soal Kebakaran Hutan, Singapura Singgung Konfrontasi dengan Indonesia

"Jadi kalau menurut perhitungan saya, beras 2018 yang mutunya turun itu kira-kira sebanyak 270 ribu ton. Maka, kalau yang dikatakan beliau bahwa yang turun mutu itu 160 ribu (ton), jadi ada 120 ribu (ton) lagi. Berarti stoknya mungkin tidak mencapai 500 ribu ton, dan ini stok (beras) yang paling rendah dalam sejarah Bulog," ujarnya.

Lutfi menjelaskan, kurangnya stok beras Bulog ini diiringi dengan penyerapan gabah petani yang juga rendah. Sebab, sampai akhir Maret, diperkirakan bahwa penyerapan gabah petani oleh Bulog masih hanya akan berada di angka 85 ribu ton. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan tentunya hal itu masih cukup jauh dari prediksi awal, yang berada di kisaran angka 400 ribu hingga 500 ribu ton," kata Lutfi.

Dia mengakui bahwa ada sejumlah faktor yang menyebabkan kondisi semacam itu terjadi, dalam kondisi stok perberasan yang dimiliki oleh Bulog. Salah satu di antaranya yakni karena adanya peningkatan intensitas hujan, yang berpengaruh pada kualitas gabah petani. Sehingga, tingkat kekeringan gabah petani dinilai tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Bulog, dan tentunya turut mempengaruhi total jumlah serapan yang bisa dilakukan oleh Bulog itu sendiri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut