PUPR Gaet PLN dan BUMN, Menteri Basuki: Hemat Belanja Negara

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono berharap, melalui sinergi dengan PT PLN serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, maka Kementeriannya akan mampu berkontribusi menghemat pengeluaran negara dari sisi energi.

img_title DPRD Malut Desak Sherly Evaluasi Anak Buahnya soal Anggaran Proyek: Tumbuhnya Harus Terasa

"Bukan hanya data (terkait) hunian rumah subsidi FLPP, dengan sinergi data ini kami juga jadi bisa memonitor (pengeluaran anggaran)," kata Basuki dalam telekonferensi, dikutip Kamis, 1 April 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Basuki menegaskan pihaknya sangat mendukung sinergi ini, karena konversi penggunaan energi dari kompor gas ke kompor listrik nyatanya lebih hemat dan energi yang digunakan pun lebih bersih. 

img_title Usai Geledah Dinas Perdagangan dan BKAD Kota Madiun, KPK Sita Sejumlah Dokumen

"Dan juga menghemat pengeluaran negara. Jadi kami semangat buat bersinergi," ujarnya.

Basuki menambahkan, dari hampir satu juta rumah yang dibangun Kementerian PUPR dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), maka syarat bahwa di setiap rumah itu harus ada sambungan kompor listrik menurutnya tak akan terlalu memberatkan. Asal, para konsumen khususnya dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) penerima FLPP itu tidak dibebankan atas biaya-biaya tambahan.

img_title Syarat Dapat KPR FLPP Tenor 40 Tahun

"Kami bangun rumah FLPP, hampir satu juta lebih. Kalau ini syaratnya (mudah), asal dia enggak menambah biaya. Karena FLPP kan dibangun uang muka Rp4 juta cash, bunga flat kan 5 persen," ujar Basuki.

Karenanya, lanjut Basuki, upaya sinergi antarpara pihak terkait dalam nota kesepahaman yang dijalin pihaknya bersama PLN dan para BUMN Karya kali ini, diharap akan mampu menghemat belanja dan penggunaan uang negara. 

Supaya pengeluaran uang negara bisa lebih efisien, khususnya melalui upaya konversi kompor gas ke kompor listrik dalam konteks membangun ketahanan energi nasional melalui penggunaan energi bersih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"(Sebanyak) Rp60 triliun duit subsidi LPG itu enggak kecil, padahal energi baru juga banyak. PLN juga kan sudah ke sana. Jadi enggak cuma mau belanjakan uang negara, tapi juga menghemat uang negara dengan ketahanan energi," ujarnya.

Diketahui, dalam sinergi PUPR, PLN dan BUMN Karya ini, ada dua poin yang menjadi landasan utamanya. Pertama yakni mendorong penggunaan kompor induksi pada proyek unit perumahan dan apartemen, yang sedang atau akan dibangun. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut