Muhammadiyah Ekspor 60 Ton Tepung Singkong ke Inggris

Peluncuran pengiriman Tepung Mocaf di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.
Sumber :
  • Dok. Humas PP Muhammadiyah

VIVA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah lewat Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) melakukan ekspor 60 ton tepung singkong Modification Cassava Flout (Mocaf). Tepung singkong ini dikirim ke Inggris setiap bulannya.

img_title Semester I-2026, Kinerja Ekspor Sido Muncul Naik 28 Persen

Menandai ekspor perdana ini, PP Muhammadiyah pun meluncurkannya di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta pada Kamis, 8 April 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendiri Rumah Mocaf Riza Azyumaridha Azra mengaku bersyukur perjuangan panjangnya bersama MPM berhasil memberikan nafas baru bagi kesejahteraan petani singkong.

img_title Korporasi Jadi Tersangka Kasus Ekspor Pulp, Kerugian Negara Capai Rp2 Triliun

“Dulu tahun 2017, kita menjual Mocaf 50 kilo perbulan saja susahnya bukan main. Tapi Alhamdulillah berkat kegigihan, keistikamahan teman-teman Angkatan Muda Muhammadiyah di Banjarnegara, akhirnya kami bisa menjual minimal 30 ton per bulan,” ujar Riza.

Riza mengatakan, ekspor tepung olahan singkong juga menjadi harapan bagi Indonesia yang merupakan negara pengimpor tepung terigu terbesar di dunia.

img_title Siapkan Jalur Alternatif, Irak Targetkan Naikkan Ekspor Minyak 5 Juta Barel per Hari

Riza merinci ekspor 60 ton Mocaf ke Inggris setiap bulannya. Pengiriman ini akan disimulasikan dengan pengiriman 10 ton tepung Mocaf terlebih dahulu.

Sedangkan menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Indonesia adalah negara subur dengan sumber daya alam dan hayati yang melimpah. Ironisnya, Indonesia menjadi salah satu negara dengan proporsi impor komoditi pertanian dan sumber daya alam lain terbesar di dunia.

Melihat kondisi ini, Haedar pun mengajak pemerintah sebagai pemilik kebijakan mulai mengubah paradigma kebiasaan impor menjadi kebiasaan ekspor sebagai bagian dari bentuk cinta Tanah Air.

“Bagaimana kita mengubah paradigama sekaligus menghadirkan jihad al muwajahah itu, membalik ketagihan terhadap impor itu menjadi virus-virus baru untuk mengekspor. Mungkin kita sudah terlalu lelah, bicara apa-apa impor. Jadi sampai kapan sih ini? Nah yang bisa mengakhiri ini sebenarnya adalah negara,” kata Haedar.

“Apapun yang dimiliki Indonesia sebagai wujud cinta Indonesia, cinta Pancasila, cinta negeri NKRI bahwa apa yang kita miliki itu harus menjadi sesuatu yang produktif, distribusinya juga bagus dan semuanya memerlukan backup politik,” kata Haedar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Haedar juga mendorong masyarakat untuk memberikan jawaban alternatif di samping kritik yang mereka keluarkan terhadap kebijakan pemerintah.

“Kalau kita betul cinta Indonesia, cinta Pancasila, cinta NKRI, aku Indonesia, aku Pancasila, aku NKRI, maka baliklah dari ketagihan terhadap serba impor menjadi ketagihan serba ekspor. Bagaimana caranya? Ya tugas para ahli di pemerintahan dan political will-ya,” ujarHaedar.
 

Direktur Utama DSI Luke Thomas Mahony.

Bos DSI Targetkan Dongkrak Kepercayaan Global Terhadap Pasar Komoditas Indonesia, Begini Strateginya

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mentargetkan penguatan kepercayaan terhadap pasar komoditas Indonesia. Hal itu dilakukan melalui sejumlah langkah strategis.

img_title
VIVA.co.id
9 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut