Mendag Beri Sinyal Tambah Pasokan Beras, Gula dan Daging

Mendag M Lutfi.
Sumber :
  • Repro video.

VIVA – Menteri Perdagangan (Mendag) M. Lutfi, memberi sinyal untuk menambah pasokan beberapa komoditas, seperti beras, gula dan daging. Karena kemungkinan ada faktor-faktor yang membuat cadangan stok menyusut.

img_title Syed Saddiq Respons Pernyataan M. Lutfi soal Karhutla: Ini Bukan Malaysia Lawan Indonesia!

Faktor-faktor penyebabnya seperti iklim ekstrim, kenaikan harga internasional, dan persediaan sebelum musim giling. Kondisi ini diperkirakannya akan memengaruhi stoknya, apalagi Indonesia tengah memasuki puasa Ramadhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Beberapa komoditas seperti beras, gula, dan daging sapi perlu adanya penambahan pasokan untuk mengantisipasi cadangan stok," kata dia dikutip dari keterangan resmi, Selasa, 13 April 2021.

img_title Australia Jadi Pasar Kopi RI, Nilai Ekspor Rp10 Triliun Dibidik dalam 3 Tahun

Baca juga: Tak Mampu Bersaing Harga, Jeruk Lokal Membusuk Lawan Jeruk Impor

Selain itu, komoditas cabai, khususnya varian rawit merah, jelas Lutfi terus mengalami penurunan. Hal ini disebabkan adanya penurunan harga di tingkat petani seiring dengan meningkatnya produksi di daerah sentra.

img_title Respons Kritik Mantan Mendag Soal Kebakaran Hutan, Singapura Singgung Konfrontasi dengan Indonesia

Secara umum, Lutfi mengatakan, harga pangan ataupun bahan pokok (bapok) masyarakat saat ini stabil. Dia mengklaim telah mengumpulkan 34 kepala dinas atau yang bertanggungjawab tentang perdagangan untuk memastikan ketersediaan seluruh bapok cukup.

"Ke-34 provinsi sudah melaporkan bahwa bapok tersedia dan harganya stabil, khususnya beras, gula, cabai, minyak goreng, dan daging sapi,” ujar Lutfi.

Khusus untuk beberapa komoditas yang perlu menjadi perhatian, Lutfi menyatakan, Kementerian Perdagangan dan dinas provinsi akan terus memantau program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) seperti beras medium oleh Perum Bulog.

Sementara itu, untuk daging sapi, akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. Agar memobilisasi sapi daerah sentra produksi ke daerah sentra konsumsi, seperti wilayah Jabodetabek dan Aceh.

Untuk komoditas gula, Lutfi melanjutkan Kementerian Perdagangan akan berkoordinasi dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) untuk membahas pendistribusian gula, khususnya ke wilayah Indonesia Timur dan Aceh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Koordinasi tersebut untuk membahas harga jual maksimal dari PT RNI sebesar Rp10.800/kg sehingga harga di konsumen akhir sesuai harga atas Rp12.500/kg," papar Lutfi.

Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menyebutkan, sejumlah komoditas yang diimpor supaya harganya stabil adalah kedelai, bawang putih, daging sapi atau kerbau hingga gula pasir. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut