Investor Startup Komitmen Genjot Impact Investing

Bisnis startup.
Sumber :
  • Freepik

VIVA – Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan dunia saat ini tidak mengubah komitmen para investor untuk berinvestasi di ekosistem impact investing. Model investasi itu diketahui memberikan penekanan tidak sekadar mencari keuntungan, tapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

img_title Kadin: Investasi Dalam Negeri Tembus Rp 2.000 triliun di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Banyaknya investor yang berinvestasi dalam ekosistem impact investing di Indonesia juga membawa kabar positif untuk menjaga dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup di masa depan. Investor tersebut antara lain Enviu, Patamar Capital, dan East Ventures.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: Pimpinan ASEAN Kini Sudah di Indonesia Bahas Kondisi Myanmar

img_title Prabowo Sebut Pendidikan Butuh Investasi yang Besar, Akui Korupsi Sesungguhnya Awal Kehancuran Bangsa

Enviu, Venture Builder, Tauhid Pandji menegaskan komitmen Enviu untuk impact investing. Karena itu, social enterpries atau wirausaha sosial dalam hal ini startup, berperan besar mendorong perubahan.

"Kita lihat sendiri startup sudah membawa banyak sekali perubahan di Indonesia, seperti mendorong digitalisasi ekonomi dan membawa kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat ekonomi bawah," kata Tauhid dalam webinar Earth Day Forum 2021 dikutip dari keterangannya Sabtu, 24 April 2021.

img_title Suahasil Pede Investasi di RI Tumbuh 7% pada 2027, Ini Faktornya

"Menurut saya PR-nya adalah bagaimana startup ini bisa berperan untuk membawa dampak sosial dan lingkungan yang besar juga untuk Indonesia," tambahnya.

Ia menjelaskan, Enviu fokus membantu dan mendampingi startup di circular economy (ekonomi sirkular) mulai dari pendanaan hingga startup dapat masuk ke produk marketship.

"Ekosistem sudah siap mendukung. Hanya yang belum terpenuhi adalah yang fokus di penanganangan ekonomi sirkulasi. Itu tantangannya di mana kita bisa mendorong lebih banyak lagi startup yang fokus di circular ekonomi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Partner Patamar Capital Dondi Hananto juga menegaskan komitmen investasi pada impact investing. Menurut Dondi, Patamar yang sudah berinvestasi di Asia, Indonesia masuk dalam portofolio kedua setelah India. Ke depan, porsi investasi akan lebih banyak ke Indonesia.

"Sejak kami mulai 2012-2013, ekosistem bisnis rintisan di Indonesia selama delapan tahun, perkembangannya jauh lebih baik. Ekosistem, banyak program inkubator yang mendukung bisnis di fase awal. Pendanaan sudah tersedia. Dibanding Filipina dan Vietnam, jauh berbeda. Hal yang sama juga dari sisi regulasi. Indonesia lebih baik dari Vietnam," tutur Dondi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut