Tren Keuangan Digital 2020 Naik, Transaksi E-Commerce Rp266 Triliun

Ilustrasi e-commerce.
Sumber :
  • Entrepreneur

VIVA – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, di tengah terbatasnya mobilitas sektor keuangan dan perbankan akibat pandemi COVID-19, digitalisasi seperti e-commerce nyatanya mampu menjadi alternatif dan game changer dalam kondisi tersebut.

img_title Menteri Maman: Implementasi Diskon 50 Persen Biaya E-Commerce Bagi UMK Tunggu Jadwal Integrasi

Perry mengaku bersyukur, karena persepsi, preferensi, serta penerimaan masyarakat atas berbagai alat-alat maupun metode pembayaran secara digital pun sudah semakin luas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan itu kelihatan dari porsi dan peningkatan tren transaksi ekonomi keuangan digital yang juga semakin meningkat," kata Perry dalam telekonferensi, Rabu 5 Mei 2021.

img_title Ekspansi ke Thailand, AHA Commerce Bawa Model Pengelolaan E-Commerce RI ke Pasar Asia Tenggara

Perry pun memberikan contoh peningkatan porsi dan transaksi ekonomi tersebut, sebagaimana yang terjadi pada volume transaksi di segmen e-commerce pada tahun 2020 lalu.

Dia menjelaskan bahwa transaksi e-commerce yang pada tahun 2020 lalu mencapai hingga Rp266 triliun, diharapkan tahun ini bisa tumbuh 39,1 persen menjadi Rp370 triliun.

img_title Penerapan Pajak E-Commerce Berpeluang Kembali Ditunda, Purbaya Ungkap Alasannya

Perry menilai, hal ini bisa terjadi karena marketplace dan berbagai transaksi e-commerce sudah menjadi pilihan, baik bagi masyarakat dan juga bagi pengusaha, untuk bisa saling mendukung dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Hal itu juga dapat dilihat dari total jumlah uang elektronik yang pada tahun 2020 lalu mencapai kurang lebih Rp205 triliun, di mana tahun ini diharapkan juga bisa tumbuh 32,2 persen menjadi Rp271 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi metode pembayaran menggunakan uang elektronik itu menjadi salah satu pilihan, karena tidak hanya mudah tetapi juga cepat dan aman," kata Perry.

"Dan tentunya ini akan semakin mempermudah berbagai metode transaksi ekonomi yang dibutuhkan oleh masyarakat di era digital saat ini," ujarnya.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso

E-Commerce Harus Utamakan Produk Lokal, Mendag Dorong Transparansi dari Platform hingga Konsumen

Mendag Budi mengatakan, aturan perdagangan elektronik (e-commerce) harus mengutamakan produk lokal di etalase marketplace, hingga transparansi antara pedagang & konsumen.

img_title
VIVA.co.id
21 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut