Harga Apartemen Turun, Intip Lokasinya

Ilustrasi apartemen
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Sektor properti masih berjuang untuk bangkit dari dampak Pandemi COVID-19 hingga saat ini. Pada kuartal I 2021, tercatat harga properti hunian mengalami penurunan secara nasional, apartemen khususnya.

img_title Update Harga HP Samsung, OPPO, dan Vivo November 2026, Mana yang Makin Menarik di Akhir Tahun Ini!

Survei Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) kuartal I-2021 menunjukkan terjadinya penurunan indeks harga properti hunian, baik secara kuartalan maupun tahunan. Namun, turunnya harga properti pada kuartal ini lebih disebabkan oleh turunnya harga apartemen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Harga RIPMI-H pada kuartal pertama 2021 berada pada angka 110,3, turun 0,4 persen dibanding Q4 2020. Secara tahunan, indeks ini mengalami penurunan sebesar 2 persen. Turunnya indeks harga properti hunian ini lebih terlihat pada segmen apartemen," jelas Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam telekonferensi, Selasa, 25 Mei 2021.

img_title Hunian Berkonsep Hijau Makin Diminati, Konsumen Kini Pertimbangkan Kualitas Lingkungan

Menurutnya, RIPMI-H menunjukkan indeks harga properti unntuk apartemen berada pada angka 109,9 pada kuartal I-2021, turun 2,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan turun 5,3 persen dibandingkan kuartal pertama 2020.

Meski demikian menurutnya, indeks harga properti untuk rumah tapak berada pada angka 116,3 pada kuartal I-2021. Hal itu, masih mencatatkan kenaikan sebesar 0,6 persen dibanding kuartal sebelumnya dan 0,5 persen secara tahunan. 

img_title Daftar Harga iPhone Terbaru November 2026 Berubah, Cek Model yang Naik dan Turun di Sini!

RIPMI juga mencatat turunnya indeks harga gabungan (rumah dan apartemen) terjadi di sejumlah provinsi. RIPMI-H untuk wilayah DKI Jakarta pada kuartal-2021 turun sebesar 0,44 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. 

Meski demikian, penurunan hanya terjadi di segmen apartemen, yakni sebesar 2,6 persen. Sementara segmen rumah tapak masih menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,2 persen.

Baca juga: Sri Mulyani Klaim Pemerintah Kurangi Pengangguran 1,02 Juta Orang

Sementara itu, Jawa Barat mencatatkan kenaikan indeks harga properti gabungan sebesar 0,5 persen yang ditopang oleh kenaikan indeks harga rumah tapak sebesar 1,2 persen. Namun tidak demikian halnya dengan indeks harga apartemen, yang mengalami penurunan sebesar 0,9 persen.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tren yang sama juga terlihat di Banten, di mana mencatat kenaikan indeks harga properti gabungan sebesar 1,62 persen secara kuartalan. Kenaikan ini ditopang oleh kenaikan indeks harga rumah tapak sebesar 1,9 persen. Sementara indeks harga apartemen turun 1,6 persen. 

Jawa Tengah juga mencatat kenaikan indeks harga properti gabungan sebesar 1,37 persen secara kuartalan. Kenaikan ini ditopang oleh kenaikan indeks harga rumah tapak sebesar 0,97 persen. Namun indeks harga apartemen turun 0,33 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut