Survei Populix Ungkap Merek Mobil Paling Banyak Dibeli Gen Z
- VIVA/Yunisa Herawati
Jakarta. VIVA - Persaingan merek mobil di Indonesia semakin menarik. Sejumlah pabrikan asal Jepang, Korea Selatan, hingga China sama-sama masuk dalam pilihan konsumen dari kalangan milenial dan Gen Z kelas menengah atas.
Studi terbaru Populix bertajuk Decoding Indonesia's Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Marketmengungkap delapan merek yang dibeli responden dalam lima tahun terakhir. Merek tersebut meliputi BYD, Daihatsu, Honda, Hyundai, Mitsubishi, Suzuki, Toyota, dan Wuling.
Riset yang melibatkan 800 pemilik mobil pribadi tersebut memperlihatkan bahwa persaingan industri otomotif tidak hanya berkutat pada merek-merek Jepang yang sudah lama dikenal masyarakat. Pabrikan asal China dan Korea Selatan juga mulai menjadi bagian dari pilihan konsumen.
Meski begitu, mobil bermesin konvensional masih mendominasi kepemilikan responden. Berdasarkan jenis powertrain, sebanyak 80 persen menggunakan mobil berbahan bakar bensin. Sementara itu, mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) mencapai 12 persen dan mobil hybrid sebesar 8 persen.
Associate Research Director Populix, Susan Adi Putra, mengatakan kendaraan konvensional masih mendominasi pasar. Namun, mobil listrik dan hybrid mulai mendapatkan perhatian, terutama dari konsumen berusia lebih muda.
"Satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid, khususnya milenial muda dan Gen Z di rentang usia 25-35 tahun," ujar Putra di Jakarta..
Ketertarikan terhadap kendaraan listrik juga terlihat dari preferensi merek. Dari responden yang memiliki minat membeli BEV, BYD mendapatkan preferensi sebesar 49 persen. Hyundai berada di posisi berikutnya dengan 46 persen, sedangkan Wuling mencapai 32 persen.
Susan mengatakan, minat terhadap mobil listrik meningkat seiring perubahan pandangan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi. Salah satu faktor yang terlihat adalah kepercayaan terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Dalam penelitian tersebut, sebanyak 72 persen responden mengaku percaya diri terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya mobil listrik. Sementara itu, 28 persen lainnya belum memiliki keyakinan serupa.
Selain teknologi elektrifikasi, Populix menemukan bahwa konsumen masih memperhatikan sejumlah aspek sebelum membeli mobil. Performa mesin, desain futuristik, kualitas premium, serta reputasi pabrikan secara global menjadi pertimbangan penting.