PLN Mulai Bisnis Jasa Layanan Internet

Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara, Zulkifli Zaini.
Sumber :
  • VIVAnews/Reza Fajri

VIVA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan ekpansi bisnis di luar bisnis utamanya dalam memastikan ketersediaan listrik bagi masyarakat. Kini, PLN juga mulai berbisnis penyediaan jasa layanan internet cepat berbasis serat optik. 

img_title Hilang Setahun, Kerangka Mozza Gadis 18 Tahun Asal Semarang Ditemukan di Jurang Tol! Pembunuhnya Kenalan dari TikTok

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengungkapkan, bisnis baru PLB itu dilakukan melalui entitas anak usahanya PT Indonesia Comnets Plus (Icon+).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kini kami terpanggil untuk ikut berkontribusi menerangi seluruh negeri dengan akses informasi yang cepat melalui penyediaan internet," kata dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 28 Mei 2021.

img_title 17 Saksi Digarap Terkait Pengeroyokan Anggota Polsek Ngawen Saat Karnaval di Blora, Bakal Ada Tersangka Baru?

Dia menjelaskan, Ekspansi bisnis layanan internet ini juga menjadi strategi diversifikasi usaha perseroan untuk jangka panjang. Dengan melihat prospek pasar digital yang terus berkembang di Indonesia.

Baca juga: Daftar Lokasi Perumahan yang Bisa Dicicil Pakai KPR Tapera

img_title Antrean Truk di Pelabuhan Ketapang Berkurang, dari 16 Kilometer Jadi 7 Kilometer

Menurutnya, jaringan end to end serat optik akan menjamin kelancaran pertukaran informasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Mulai dari internet andal, cepat, dan sesuai dengan keekonomian masyarakat Indonesia.

"PLN membangun jaringan listrik hingga ke seluruh pelosok negeri yang akan kami ekspansi dengan jaringan internet. Di mana ada listrik di situ ada Iconnet, itu tekad kami," tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut menurutnya, PLN menargetkan dapat meraih 20 juta pelanggan yang menggunakan jasa layanan internet Iconnet hingga 2024 mendatang.

"Kami berharap Iconnet dapat menjadi market share fixed broadband internet terbesar di Indonesia," kata Zulkifli. (Ant)

Ilustrasi lansia.

3,3 Juta Lansia Terancam Abu Anak Krakatau, Kemenkes Ungkap Risikonya

Kemenkes mengingatkan ada sekitar 3,3 juta lansia yang masuk kelompok berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut