Garuda Indonesia Rekrut Advisor untuk Hadapi Kemungkinan PKPU

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa pihaknya telah merekrut advisor untuk menghadapi kemungkinan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di pengadilan atau di luar pengadilan. Hal ini menjawab pertanyaan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. 

img_title BNI Pertahankan Predikat Tertinggi Penerapan GCG Dua Tahun Berturut-turut

"Jadi PKPU betul-betul tidak diperlukan ya pak?," tanya Dahlan kepada Irfan di acara Indonesia Business Forum tvOne dikutip Kamis, 3 Mei 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Irfan mengatakan bahwa PKPU itu akan menjadi bagian dari proses yang mungkiin akan dilalui. Berdasarkan informasi yang dihimpun VIVA dalam rapat Kementerian BUMN dengan Komisi VI, didapati bahwa utang Garuda Indonesia kini telah membengkak dari Rp20 triliun menjadi Rp70 triliun. 

img_title Kementerian ESDM Terus Tingkatkan Persetujuan RKAB

"Gini pak, (PKPU) itu bagian dari proses yang harus kita lalui, pilihan apakah in court (pengadilan) atau out of the court (di luar pengadilan), ini masih butuh analisa lebih mendalam. Kami sudah rekrut beberapa advisor, beserta sekuritas dan tentu saja dengan guidance dari kementerian BUMN," papar Irfan.

Dia menegaskan bahwa pihaknya akan mencari cara yang paling tepat dan paling benar untuk menyelamatkan perusahaan. 

img_title Danantara Indonesia Pacu Transformasi Tata Kelola Ekosistem BUMN

"Tentu saja kita kaji cara yang paling tepat yang paling fair kepada semua pihak apakah melalui proses in court atau out of the court," kata dia.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Irfan juga menanggapi kritikan dari Alvin Lie dan Dahlan Iskan. Ia menegaskan bahwa dirinya secara pribadi bukan tipe orang yang mengedepankan hidup mewah.

"Jadi begini, terima kasih pak Alvin pak Dahlan ini guru lama saya. Jadi pak Dahlan tahulah saya bukan orang yang mengedepankan hidup mewah segala macam. Tapi yang penting kan sepertinya semua sumber daya yang kita miliki fokus kepada upaya upaya perbaikan dan melewati masa pandemi ini plus tentu saja melakukan upaya yang memungkinkan sedemikian rupa," kata dia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika pandemi ini berhasil dilewati serta proses restrukturisasi berhasil, maka akan muncul Garuda Indonesia yang 'baru'.

"Karena mohon disadari kalau ini tetap garuda yang model lama ini akan kejadian lagi. kan berapa kali sudah garuda mengalami seperti ini," kata dia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut