Pertahankan Kinerja, DEWA Lanjutkan Efisiensi Operasional

Tambang batu bara
Sumber :
  • www.warwick.ac.uk

VIVA – Emiten kontraktor pertambangan grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengaku berhasil mengembangkan dan menjalankan strategi dalam menekan biaya operasi dan meningkatkan produksi selama 2020.

img_title 34 Tahun Berdiri, Intip Transformasi Bisnis Candra Asri dari Petrokimia hingga Infastruktur Industri

Manajemen DEWA mengatakan upaya menekan biaya operasi dilakukan dengan melalui program perawatan yang efisien dengan global sourcing dan meningkatkan produksi dengan fleet produksi Perseroan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sejumlah strategi tersebut, DEWA mencatat volume removal material yang dihasilkan armada sendiri sebesar 54,82 juta bcm pada tahun 2020, meningkat 6,6 persen dibandingkan pada 2019.

img_title BCA Bakal Tebar Dividen Tiap Kuartal, Intip Jadwalnya

Sehubungan dengan keberhasilan strategi ini, DEWA menginformasikan bahwa kapasitas fleet produksi telah meningkat 16 persen pada 2020, dan dengan itu DEWA juga berhasil mengurangi peralatan biaya pemeliharaan menjadi US$20,82 juta atau turun 33 persen dari 2019 yang menghasilkan 2,1 persen ekspansi margin pada 2020.

Selain itu, perseroan juga berhasil mencatatkan kinerja yang baik di 2020. Di tengah pandemi COVID-19, DEWA mencatatkan Operating EBITDA sebesar US$42,53 juta pada akhir 2020, meningkat 1,5 persen dari US$41,89 juta pada 2019. Sedangkan laba bersih komprehensif tercatat US$2,33 juta.

img_title Semester I-2026, Kinerja Ekspor Sido Muncul Naik 28 Persen

Dengan mengurangi biaya perbaikan dan pemeliharaan peralatan serta langkah-langkah efisiensi yang berkelanjutan dalam menggunakan strategi fleet produksi, DEWA mampu menekan biaya subkontraktor dan sewa peralatan biaya. Akibatnya, beban pokok pendapatan turun 8,71 persen menjadi US$295,73 juta pada 2020 dari sebelumnya US$323,93 juta pada 2019. 

Namun, penurunan biaya perbaikan dan pemeliharaan ini belum diikuti dengan penurunan gaji dan upah pada tahun 2020, dan diharapkan menjadi inisiatif perbaikan improvement yang dapat ditingkatkan lebih lanjut pada 2021.

"Perusahaan berusaha untuk memaksimalkan ketersediaan dan pemanfaatan peralatan yang ada, sekaligus meningkatkan produksi, sekaligus menjaga efisiensi biaya perbaikan alat berat melalui sumber global," kata Wakil Presiden Direktur & CEO DEWA, B. Prabhakaran dalam keterangan tertulisnya, Selasa 8 Juni 2021.

Prabhakaran menjelaskan, biaya modal merupakan biaya utama bagi usaha kontraktor pertambangan. Untuk mencapai efisiensi biaya modal, pada 2020 DEWA telah memulai pembangunan bengkel dan alat berat pusat perbaikan peralatan di Balikpapan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, bengkel ini dilengkapi dengan fasilitas untuk pembangunan kembali, perbaikan, dan rekondisi alat berat termasuk komponennya. 

Untuk itu, DEWA akan meningkatkan dan menyebarkan sejumlah peralatan pada 2021 guna memenuhi target volume yang lebih tinggi untuk PT Kaltim Prima kliennya Coal (KPC), PT Arutmin Indonesia (AI), dan PT Cakrawala Langit Sejahtera (CLS).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut