Sepatu Bata Lolos Dari Pailit Tapi Tutup Toko dan PHK Karyawan

Toko Sepatu Bata.
Sumber :
  • Dokumentasi Sepatu Bata.

VIVA – PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menyampaikan kabar baik dalam paparan publiknya Rabu, 16 Juni 2021. Pabrikan sepatu yang telah 8 dekade beroperasi di Indonesia itu lolos dari gugatan pailit dan mengklaim bisnis berjalan dengan normal saat ini.

img_title Semester I-2026, MDLA Catat Laba Bersih Naik 12,6 Persen Jadi Rp226 Miliar

Meski demikian, Pandemi COVID-19 memaksa Sepatu Bata melakukan kebijakan perampingan organisasi. Penutupan toko yang tidak produktif pun dilakukan, dan pemutusan kontrak hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan pun tidak terelakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip VIVA, Kamis, 17 Juni 2021 dari data paparan publik Sepatu Bata, langkah itu merupakan bagian dari inisiatif strategi restruktursasi perusahaan dalam menghadapi hantaman pandemi. Yaitu, merampingkan organisasi agar bisnis lebih efisien.

img_title Korporasi Jadi Tersangka Kasus Ekspor Pulp, Kerugian Negara Capai Rp2 Triliun

Strategi lainnya yang dilakukan adalah mensejajarkan kapasitas pabrik dengan permintaan pasar di era normal baru saat ini. Kemudian, Sepat Bata juga akan lebih fokus produksi pada produk yang menghasilkan margin tinggi.

Terkait dengan PHK karyawan, Sepatu Bata menegaskan, prosesnya menghormati dan mengikuti aturan ketenagakerjaan di Indonesia yang telah ditetapkan Pemerintah.

img_title Semester I-2026, SIG Catat Pendapatan Rp 17,65 Triliun

Baca juga: Jawaban Tegas Ahok Soal Stop Kartu Kredit Pertamina Limit Rp30 M

Sepatu Bata menjabarkan, pada 2020 penjualannya seret hingga turun 51 persen dibandingkan 20219. Total penjualan 2020 hanya tercatat Rp459 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp931 miliar.

Untuk menggenjot jualan tahun ini, Sepatu Bata pun fokus pada penjualan Online. Selain di toko online resminya Bata.id, pemasaran juga dilakukan di sederet e-Commerce yang populer di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Direktur PT Sepatu Bata Tbk (BATA), Hatta Tutuko mengatakan, kondisi perusahaan baik-baik saja. Bahkan, masih memiliki keuntungan yang bisa digunakan untuk memperkuat kondisi keuangan perusahaan.

"Kita tetap bisnis seperti biasa, di mana ada keuntungan kita pakai untuk memperkuat posisi keuangan kita," ujarnya.

Booth Nissan di GIIAS 2026

Industri Otomotif Indonesia Semakin Mandiri

Industri otomotif Indonesia menunjukkan perubahan menarik sepanjang Januari-Agustus 2026. Di tengah penjualan kendaraan yang meningkat, produksi dalam negeri tumbuh

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut