OSS Berbasis Risiko Diluncurkan, Jokowi: Solusi Atasi Pengangguran

Presiden Jokowi
Sumber :
  • Repro Youtube Sekretariat Presiden.

VIVA – Presiden Jokowi meresmikan Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko, Senin, 9 Agustus 2021. Peluncuran ini dilakukan demi menekan lamanya proses perizinan usaha di Indonesia sekaligus bentuk reformasi birokrasi.

img_title JK Tegaskan Percaya Ijazah Jokowi Asli: Tunjukkan Saja, Saya Justru Membela

Dengan reformasi tersebut, presiden menekankan OSS ini diluncurkan dalam rangka supaya investasi banyak tercipta di Indonesia, sehingga lapangan kerja banyak terbuka dan menjadi solusi bagi persoalan pengangguran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya sehingga menjadi solusi atas persoalan pengangguran yang bertambah akibat dampak pandemi," tutur dia saat peluncuran hari ini.

img_title Relawan Gibran Sentil PDIP Kalah di Pilpres 2024, Deddy Sitorus: Parasit Kekuasaan yang Buta Nalar

Baca Juga: Tol Trans Jawa Hampir 1.000 Km, Ternyata Ini Titik 0 Kilometernya

Perizinan yang dilakukan secara daring atau online ini ditekankannya akan menggunakan mekanisme penilaian berbasis risiko. Jenis perizinan yang diterbitkan pemerintah nantinya dipastikan sesuai dengan tingkat risikonya.

img_title Jokowi Didesak Masuk Pengurus DPP PSI, Kader Bogor Sampai Bertanya Kapan Gabung

Dengan basis risiko ini, maka Jokowi memastikan, izin yang diberikan antara UMKM dengan usaha besar tidak akan sama. Misalnya usaha yang memiliki risiko tinggi perizinan berusahanya berupa izin, risiko menengah berupa sertifikat standar dan risiko rendah cukup pendaftaran atau nomor induk berusaha (NIB) dari OSS.

"Ini akan membuat iklim kemudahan berusaha di Indonesia semakin baik. Oleh karena itu saya perintah ke menteri dan kementerian lembaga, dan para gubernur bupati dan wali kota agar disiplin mengikuti kemudahan dalam OSS ini," ungkapnya.

Jokowi memastikan, sistem ini bisa terus berjalan secara konsisten dan lancar serta memudahkan dan mempercepat proses perizinan, maka dia akan mengawasi langsung sistem ini. Dia pun menjelaskan aspek-aspek yang akan diawasinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diantaranya, seperti apa persyaratannya, makin mudah apa tidak, jumlah izin makin berkurang atau tidak, prosesnya makin sederhana, apakah biayanya semakin efisien, apakah standarnya sama di seluruh Indonesia hingga apakah layanannya makin cepat.

"Ini yang akan saya ikuti. Kalau ini bisa kita laksanakan saya yakin investasi baik yang skala mikro, kecil, menengah dan besar akan meningkat di negara kita," ujar Kepala Negara.

Gedung Sate, Kota Bandung (Foto ilustrasi).

Jabar Masih Cetak Realisasi Investasi Tertinggi Nasional, Tembus Rp91 Triliun di Triwulan III 2026

Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Jawa Barat pada triwulan III 2026 mencapai Rp54,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp36,7 triliun.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut