Sri Mulyani: Varian Delta Dongkrak Anggaran Kesehatan dan Perlinsos

Menkeu Sri Mulyani Indrawati.
Sumber :
  • instagram @smindrawati

VIVA – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini pemerintah tengah berupaya untuk menekan dampak pandemi COVID-19, melalui penyaluran APBN ke sektor kesehatan dan perlindungan sosial yang mengalami kenaikan.

img_title Anggaran Perlindungan Sosial 2026 Rp 508,2 Triliun, Sri Mulyani Beberkan Rinciannya

Dia menjelaskan, anggaran kesehatan dan perlindungan sosial yang membengkak itu disebabkan akibat merebaknya varian delta COVID-19, yang menyebabkan kenaikan jumlah alokasi untuk bidang kesehatan menjadi Rp214,96 triliun dari sebelumnya hanya Rp193,9 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kenaikan signifikan lebih dari 22 persen ini terjadi hanya dalam hitungan bulan ketika (varian) delta masuk," kaya Sri Mulyani dalam telekonferensi, Selasa 24 Agustus 2021.

img_title Luhut Sebut Anggaran Bansos dari Rp 500 Triliun Cuma Separuh yang Tepat Sasaran!

Baca Juga: 6 dari 10 Orang Terkaya di Indonesia Hartanya Turun Hari Ini

Sementara itu, untuk anggaran bagi sektor perlindungan sosial, pemerintah telah mengalokasikan anggaran menjadi Rp186,6 triliun dari sebelumnya hanya Rp153,8 triliun.

img_title Prabowo Optimis Program Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Peredaran Uang di Daerah

Dia memastikan, saat ini pemerintah juga sudah mengadopsi Undang-undang Nomor 2 dari Perppu 1 tahun 2021, sekaligus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait lainnya seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menjaga stabilitas keuangan. 

Di sisi lain, BI juga akan ikut berpartisipasi dan berkontribusi sesuai dengan mandat yang diembannya, sambil menjaga integritas dan independensi.

Hal itu seiring pemerintah yang juga akan menggunakan instrumen APBN dari semua aspek penerimaan, karena saat ini dinamika di sektor perpajakan memang tengah mengalami tekanan yang luar biasa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, lanjut Sri Mulyani, para Kementerian dan Lembaga (K/L) atau pemerintah daerah (pemda) juga akan diarahkan untuk menuju program-program yang dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Kita gunakan dana below the line untuk mendukung perbankan, mendukung penempatan dana PMN dari BUMN, agar APBN bisa hadir dan meminimalkan dampak negatif COVID-19 dan meringankan beban masyarakat serta memulihkan ekonomi secara bertahap," ujarnya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan

Perlinsos Digital Rilis Akhir 2026, Luhut: Presiden Launching Nasional di 541 Kabupaten

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan sistem digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) bakal dirilis bulan Oktober atau November 2026

img_title
VIVA.co.id
17 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut