Arti Jembatan dan Flyover Tidak Sama, Ternyata Ini Bedanya

Jembatan Tol Kali Kenteng, Ruas Salatiga-Kartasura, Jawa Tengah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Kurnen Permana Putra

VIVA – Selama ini sudah banyak jembatan dan flyover yang dibangun pemerintah guna menunjang aktivitas masyarakat. Bahkan, tak tanggung-tanggung banyak jembatan yang dibuat sangat istimewa sehingga menjadi icon daerah tersebut.

img_title Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum di Aceh Beroperasi Penuh, Pulihkan Jalur Logistik Lintas Timur Sumatera

Tapi, dari semua jembatan dan flyover tersebut ternyata memiliki perbedaan baik fungsi, tujuan dan lokasinya. Dan kadang hal ini banyak tak diketahui masyarakat dan salah penyebutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut perbedaan antara Jembatan dan Flyover seperti dikutip VIVA dari instagram Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR @pupr_binamarga, pada Selasa 31 Agustus 2021.

img_title Naik Motor Sambil Pamer Sajam, Gerombolan Remaja di Kalibata Kini Diburu Polisi

Baca juga: Tol Trans Jawa Hampir 1.000 Km, Ternyata Ini Titik 0 Kilometernya

Pertama, pengertian dari Jembatan adalah bangunan yang dibuat di atas sungai, laut, danau atau lembah. Jembatan memiliki tujuan untuk mempersingkat jarak tempuh.

img_title Jembatan Budaya Boyong Grup Kolintang Rhythm of Minahasa dalam Misi UNESCO di Paris

Kedua, pengertian dari Flyover adalah bangunan yang dibuat di atas jalan raya atau perlintasan kereta api. Flyover dibuat dengan tujuan mempercepat waktu tempuh.

Flyover Klonengan Kabupaten Tegal.

Photo :
  • U-Report

Selain itu, ada perbedaan lainnya berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 13/PRT/M/2011 tentang tata cara pemeliharaan dan penilikian jalan baik jembatan maupun flyover harus dilengkapi dengan sejumlah persyaratan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Persyaratan untuk jembatan yaitu:

  1. Jembatan harus dilengkapi dengan sistem drainase dan ruang untuk menempatkan utilitas.
  2. Dalam hal bahu jalan tidak ditiadakan, harus disediakan jalur tepian dengan perkerasan yang berpenutup di kiri dan kanan jalur lalu lintas paling sedikit 0,5 meter.
  3. Di kedua sisi jalur lalu lintas harus disedikan trotoar sebagai fasilitas bagi pejalan kaki dan petugas pemelihara dengan lebar paling sedikit 0,5 meter. Lebar jalur lalu lintas pada jembatan harus sama dengan lebar jalur lalu lintas pada bagian ruas jalan di luar jembatan.
  4. Khusus untuk fungsi jalan arteri, lebar badan jalan pada jembatan harus sama dengan lebar badan jalan pada bagian ruas jalan di luar jembatan.
  5. Tinggi ruang bebas vertical jembatan ke atas paling rendah adalah 5,1 meter dan tinggi ruang bebas vertical jembatan ke bawah paling rendah 1 meter dari bagian terbawah bangunan jembatan.
  6. Ruang pengawasan jalan untuk jembatan di hulu dan di hilir paling sedikit 100 meter atau ditentukan berdasarkan sifat dan morfologi sungai.
  7. Ruang bebas vertical dan horizontal ke bawah jembatan untuk lalu lintas navigasi disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan.
  8. Pada saat pengoperasian jalan, kendaraan dilarang berhenti di atas jembatan.
  9. Permukaan jalan pendekatdan lantai jembatan harus direncanakan dan dipelihara sehingga tidak menyebabkan ketidak-rataan.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut