Harga Batu Bara Meroket, Ini yang Perlu Diwaspadai

Ponton besar bermuatan ribuan ton batu bara. (Ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA/MTohamaksun.

VIVA – Kenaikan harga batu bara yang cukup signifikan saat ini, membuat cadangan batu bara Indonesia semakin dioptimalkan. Data terakhir Kementerian ESDM, harga batu bara acuan (HBA) September 2021 memecahkan rekor mencapai US$150,3 per ton.

img_title Bahlil Bidik PNBP Sektor ESDM Tembus Rp165 Triliun pada 2026, Begini Realisasinya

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menilai optimalisasi cadangan batu bara dengan cara eksploitasi kurang bagus. Sebab, Indonesia sebenarnya bukan negara yang begitu kaya akan batu bara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nyatanya kita adalah salah satu negara yang mengekspor (batu bara) cukup besar. Menurut saya, jangan sampai nanti kita ini hanya menjadi sejarah, sebagai negara yang pernah memiliki jumlah batu bara yang besar," kata Mamit saat dihubungi VIVA, dikutip Kamis 9 September 2021.

img_title Masih Jadi Primadona, Penggunaan Batu Bara yang Efisien Dorong Konsumsi Jangka Panjang

Baca juga: Pelabuhan Tanjung Priok Terapkan Identitas Tunggal Truk Petikemas

Mamit menegaskan, sedikit banyak kenaikan harga batu bara akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan upaya eksploitasi. Karena tingginya permintaan pasar.

img_title Hilirisasi Ngebut, Ini Perubahan yang Terjadi di Industri Mineral dan Batu Bara

Ditambah dengan HBA pada September 2021 melonjak drastis, maka upaya mengeruk emas hitam dari perut bumi itu pun juga akan meningkat.

Untuk itu, Mamit mengingatkan, upaya eksploitasi batu bara itu juga harus diimbangi dengan upaya-upaya eksplorasi, guna mencari sumber-sumber baru bagi cadangan batu bara nasional.

"Jadi jangan hanya kita mengeksploitasi, tapi kita juga harus coba eksplorasi guna menemukan cadangan batu bara yang baru. Mudah-mudahan ini terkait dengan ketahanan energi nasional kita, supaya keberlanjutannya bisa terus terjaga kedepannya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan bahwa permintaan batu bara di China terus meningkat akibat naiknya kebutuhan untuk pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik.

Kondisi ini berhasil mendongkrak harga batu bara acuan (HBA) pada September 2021, yang memecahkan rekor hingga menembus angka US$150,03 per ton. Angka ini naik US$19,04 per ton dibanding HBA bulan Agustus 2021 yang mencapai angka 130,99 per ton.

Pengusaha sukses dari Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam - Foto Dok Istimewa

Bank Mandiri Akui Beri Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam untuk Modal Tambang Batu Bara, Rp17 Triliun Sudah Cair

Bank Mandiri akui beri fasilitas kredit Rp40 triliun kepada Jhonlin Baratama milik Haji Isam. Sebanyak Rp17 triliun telah digunakan, dengan jaminan saham JARR dan PGUN.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut