Sokong Pemulihan Ekonomi, Milenial Perlu Terjun ke Pertanian

Ilustrasi/Seorang petani memetik cabai.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rudi Mulya

VIVA – Pangan dan kebutuhan pokok masyarakat mau tidak mau harus dipenuhi dari sektor pertanian. Sektor pertanian juga kian bertumbuh menjadi salah satu penyokong pemulihan ekonomi nasional.

img_title Harga Pangan Hari Ini 27 Oktober 2026: Cabai Rawit Tembus Rp111 Ribu!

Petani milenial binaan Pupuk Kaltim, Iqbal Abipraya pun mengajak anak muda untuk berkontribusi di dunia pertanian. Menurutnya, bertani tidak hanya berbicara lapangan kerja, tapi juga memberi kehidupan bagi orang banyak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika ditinjau dari pengalaman, menjadi petani malah pekerjaan yang paling diidamkan pada masa tua seseorang. Jadi kenapa tidak kita mulai saja dari muda," ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa 16 November 2021.

img_title Cetak Surplus Beras 27.633 Ton, Sumut Genjot Kawasan Pertanian Unggulan

Sarjana Agroteknologi dari Fakultas Pertanian Universitas Jember ini menjelaskan, saat ini banyak sekali peluang di dunia pertanian yang sebenarnya bisa didapat dari generasi milenial untuk menjadi agripreneur. Profesi sebagai petani dinilai memiliki prospek cukup besar untuk tumbuh karena bergerak di industri vital sebagai penyangga utama ketahanan dan kedaulatan pangan.

Iqbal juga mengatakan, pilihan bertani merupakan caranya untuk mematahkan stigma dan anggapan kalau profesi ini paling rendah dari jenis pekerjaan lainnya. 

img_title Sekolah Foodpreneur Menghasilan Produk Bernilai Tambah

Kemampuan agripreneur muda saat ini akan penguasaan inovasi dan digitalisasi dinilai mampu membuat profesi petani mencapai posisi tertinggi yang ditopang dengan pengaplikasian secara optimal. Menurutnya bukan hal yang mustahil, industri pertanian yang sebelumnya mendapat stigma tradisional bisa menjadi lebih modern dan tumbuh karena generasi muda yang kian bersatu.

"Dasarnya (ilmu) kita punya, tinggal komitmen untuk menerapkan agar sektor pertanian Indonesia bisa maju. Makanya menjadi petani ini adalah suatu pengabdian, karena selain ketekunan, regenerasi juga dibutuhkan," ungkap Iqbal.

Komoditas Jagung hingga Semangka Non Biji

Semangka.

Photo :
  • U-Report

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemuda yang berasal dari Pematang Siantar ini bercerita saat ini dirinya tengah menggarap beberapa jenis komoditas seperti jagung, ketela pohon, pepaya hingga cabai di atas lahan seadanya. Secara perlahan, upayanya memanfaatkan lahan seadanya tersebut menunjukkan hasil yang baik, hingga memotivasinya melirik potensi lain untuk dikembangkan di luar padi dan jagung yang selama ini menjadi komoditas andalan Kabupaten Jember. 

Melihat topografi lahan Desa Mayangan sangat cocok untuk ditanami hortikultura, ayah satu anak ini kemudian mulai menanam jenis semangka tanpa biji, di atas Tanah Kas Desa (TKD) yang hingga kini ditekuninya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut