Dahlan Iskan: Siapa Tahu Garuda Memang Butuh Dirut yang Begitu Tenang

Dahlan Iskan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

VIVA – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyoroti sikap tenang Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. Sikap itu ditampilkannya meskipun saat ini perusahaan pelat merah itu sedang mengalami masa sulit yang terbesar. 

img_title Garuda Indonesia Catat Pendapatan Tumbuh 16 Persen Semester I-2026, Kinerja Menguat

"Irfan Setiaputra, sang dirut, tidak pernah kelihatan risau. Pun ketika kementerian BUMN mengisyaratkan kalau perlu, Garuda dibubarkan saja," ujar Dahlan dikutip dari Disway.id, Kamis, 21 Oktober 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dahlan juga mengungkap, tiga bulan yang lalu, ketika Garuda Indonesia mengalami kesulitan keuangan yang memuncak. Ketika itu, yang terlihat panik justru orang yang ada di luar Garuda Indonesia. 

img_title Rencana Merger INKA dan KAI Ditargetkan Rampung Sebelum Januari 2027

"Irfan sendiri dengan tenang mengatakan Garuda baik-baik saja. Garuda akan tetap terbang seperti biasa sampai kapan pun," ujarnya. 

Dahlan pun memuji hingga saat ini, Irfan benar bahwa Garuda masih tetap eksis.

img_title Suahasil: Utang Kopdes Merah Putih Pasti Dibayar, Sudah Ada Anggarannya

"Di saat muncul berita Garuda kalah di pengadilan Inggris, Irfan masih bisa keluar negeri. Dua minggu pula. Tanggal 1 sampai 16 Oktober. Ke Amerika dan Eropa. Bersama istri, anak, menantu dan cucu. Disertai vice president personalia Garuda dan wakilinya," tulis Dahlan. 

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

Photo :
  • Instagram/setiaputrairfan

Saat itu, lanjut dia, Irfan memiliki alasan resmi keluar negeri untuk menghadiri sidang IATA dan World Air Transport Summit. 

"Pokoknya kita seperti diajak untuk tidak usah risau. Apalagi panik. dan lagi, ingat: tanda-tanda baik sudah muncul. COVID-19 sudah reda. Dengan cepat. Orang sudah mulai suka terbang lagi," katanya.

Garuda pun, sambung Dahlan telah mengeluarkan pernyataan pers tertulis. Isinya mengisyaratkan tetap tenang, karena Garuda sedang fokus melakukan restrukturisasi utang. 

Dahlan menilai Garuda tidak menganggap perlu menanggapi serius pernyataan Kementerian BUMN soal 'kalau perlu dibubarkan' itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pernyataan Kementerian BUMN sendiri diucapkan oleh Wakil Menteri II Kartika Wirjoatmodjo. ‘Kalau kita restrukturisasi itu mentok, ya kita tutup Garuda Indonesia. Tidak mungkin kita berikan penyertaan modal negara. Nilai utangnya terlalu besar' ujar Kartika," begitu beber Dahlan. 

Restrukturisasi Garuda Indonesia, lanjut dia, saat ini memang tidak bisa dianggap kecil. Dahlan mengungkapkan nilainya mencapai Rp70 triliun. Sedangkan yang belum jatuh tempo masih sekitar Rp70 triliun lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut