Strategi Darmawan Prasodjo Atasi Oversupply Listrik PLN

Petugas PT PLN (Persero) melakukan pemeriksaan rutin di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Taman Jeranjang. Lombok, NTB.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

VIVA – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan, strategi yang bakal dilakukan oleh PLN untuk mengatasi masalah oversupply listrik.

img_title Baterai untuk Mobil Listrik dan Pusat Data Bakal Diproduksi di Indonesia

Dia mengatakan, salah satu yang akan dilakukannya adalah bagaimana mereka bisa meningkatkan permintaan (demand). Strategi itu akan dilakukan secara holistik dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bapak presiden sudah melontarkan apa yang disampaikan dalam pertemuan di Bogor, dan juga disampaikan oleh Pak Menteri BUMN bahwa akan ada (penambahan permintaan) penggunaan listrik yaitu menggunakan kompor induksi. Kemudian juga adanya penggunaan mobil listrik," kata Darmawan kepada media di Jakarta, Senin, 6 Desember 2021.

img_title Terpopuler: Honda Vario vs Burgman Street, Target Baru Mobil Listrik, dan SUV Rp200 Jutaan

Selain itu, Darmawan menjelaskan bahwa PLN juga masih berupaya untuk menerapkan electrifying agriculture, guna meningkatkan konsumsi listrik di sektor-sektor agrikultur.

"Yaitu mengubah penggunaan BBM di (sektor) agrikultur menjadi menggunakan (tenaga) dari listrik," ujarnya.

img_title Bahlil Sebut Prabowo Segera Resmikan Program Listrik Desa

Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo

Photo :
  • VIVAnews/Fikri Halim

Kemudian, lanjut Darmawan, PLN juga sudah melakukan captive power yang telah banyak sekali dilakukan di sektor-sektor industri. Di mana yang tadinya industri-industri tersebut menggunakan pembangkit listrik sendiri, namun ternyata saat ini sudah bergeser menggunakan listrik dari PLN.

Selain itu, akan ada juga penggunaan mobil listrik ke depannya. Sehingga diharapkan hal tersebut akan mampu mengurangi energi atau bahan bakar BBM yang sebagiannya masih harus disediakan melalui impor guna memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan.

"Nah, khusus untuk mobil listrik, memang saat ini minyak kita banyak sekali yang berbasis pada impor, terutama crude, dan ini ada arahan perlu diubah dari energi yang berbasis pada impor menjadi energi yang berbasis pada kekuatan domestik, yaitu listrik," kata Darmawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sedangkan listrik ini, baik itu yang berbasis pada gas atau yang berbasis pada batu bara, itu semuanya memang menggunakan energi yang berbasis pada domestik," ujarnya.

Mobil listrik Lepas E4 di JFW 2026

Lepas Tak Mau Mobil Listriknya Cuma Terlihat Canggih

Lepas memperkenalkan desain otomotif melalui ajang Jakarta Fashion Week 2027, sekaligus menampilkan mobil listrik L8 PHEV, E4 EV, dan teknologi robotika.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut