Kuartal III-2021, Pendapatan BNBR Terus Meningkat

Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Anindya Novyan Bakrie
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya/Tangkapan layar

VIVA – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan pendapatan yang terus naik pada sembilan bulan pertama 2021. Hingga akhir kuartal III-2021 pendapatan perusahaan mencapai Rp1,57 triliun.

img_title Rapimnas Kadin 2026 Jadi Momentum Perkuat Daya Saing Ekonomi Indonesia

Capaian pendapatan tersebut naik dari posisi akhir kuartal II-2021 yang sebesar Rp1,03 triliun. Meski demikian, jika dibandingkan capaian pada kuartal III 2020 yang sebesar Rp1,97 triliun masih lebih rendah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama BNBR Anindya Bakrie mengatakan, pendapatan yang lebih rendah dibanding tahun lalu ini lebih disebabkan, pengembangan bisnis perusahaan. Khususnya terkait infrastruktur dan sektor pendukungnya.

img_title Ikut Langsung di Kolam, Anindya Bakrie Soroti Semangat Perenang Lansia di 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026

"Dengan adanya COVID-19 tentu banyak tertunda, bahkan kadang pembayaran lebih lambat, ini yang sebabkan revenue 9 bulan pertama 2020 lebih tinggi dari 2021," tutur dia, Jumat, 10 Desember 2021.

Meski demikian, dari sisi Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi dikatakannya terus mengalami.

img_title Ketua DPD Kasih Bocoran soal RUU Kadin: Dalam Waktu Sesingkat-singkatnya Akan Dibereskan

Anindya Bakrie Direktur Utama Bakrie and Brothers. (Foto/Dok/Universitas Bakrie)

Photo :

Untuk EBITDA, pada sembilan bulan 2021 ini tercatat Rp78 miliar, jauh lebih tinggi dari posisi akhir kuartal II-2021 yang Rp25 miliar. Dibanding akhir kuartal III 2020 yang Rp17 miliar, catatan ini juga jauh lebih tinggi.

"Kita lihat di 2021 EBITDA nya sudah mulai melakukan vshape dalam sembilan bulan pertama ini menandakan kita punya efisiensi program pada bisnis yang ada itu berjalan," paparnya.

Dengan demikian, Anindya mengungkapkan, perusahaan masih rugi pada sembilan bulan pertama tahun ini. Namun dia menekankan, ruginya menyempit dari Rp240 miliar kuartal III-2020 menjadi Rp45 miliar. 

"Karena beban di bawah EBITDA, dari sisi interest karena utang kami juga ada yang di rupiah dan dolar. Tapi secara umum jauh lebih baik dari sebelumnya," ungkap Anindya.

Anindya meyakini, dengan fokus bisnis ke depan BNBR yang lebih ke sektor-sektor berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi maupun digital perseroan bisa membukukan laba bersih pada tahun mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mudah-mudahan tahun depan bukan hanya di level negatif tapi di positif kembali dan ini belum mempertimbangkan inkubasi-inkubasi dan juga bisnis baru contoh bisnis bus listrik kita bisa bukukan revenue baru," tuturnya.

Anindya Bakrie menegaskan pentingnya menjaga hubungan perdagangan dan investasi ASEAN di tengah persoalan karhutla.

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie Optimistis Hubungan Dagang RI dan Negara ASEAN Tetap Terjaga

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie tegaskan pentingnya menjaga perdagangan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura di tengah persoalan karhutla dan kabut asap lintas batas.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut