Diserang Ransomware, BI Perkuat Keamanan Siber

Gedung Bank Indonesia (BI).
Sumber :
  • VivaNews/ Nur Farida

VIVA – Bank Indonesia (BI) masuk ke dalam barisan daftar korban peretasan ransomware Conti. Hal tersebut baru saja diungkapkan oleh pemilik akun Twitter Dark Tracer @darktracer_int melalui unggahannya.

img_title Mengawal RUU Keamanan dan Ketahanan Siber: Bukan Hanya Persoalan Tingkat Pusat, tapi Kebutuhan Bersama

Menanggapi hal tersebut, BI mengonfirmasi pihaknya telah menyadari adanya upaya peretasan berupa ransomware di bulan lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tapi ini menyadarkan kita bahwa serangan kejahatan dunia maya itu nyata. Kami juga kena bulan lalu,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, melalui konferensi pers pada, Kamis 20 Januari 2022.

img_title Rupiah Melemah ke Rp 17.924, Ekonom Sebut Upaya Destry Jaga BI Rate Hanya Jeda Sementara

Logo Bank Indonesia.

Photo :
  • VivaNews/ Nur Farida

Adapun saat ini, BI telah melakukan penanganan secara keseluruhan terhadap serangan yang terjadi. Kemudian pemulihan juga dilakukan dengan audit dan mitigasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

img_title Rupiah Kembali Anjlok ke Rp 17.896 usai BI Rate Ditahan di 5,75% demi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Selain itu, BI juga menjalankan protokol mitigasi gangguan IT. Untuk mitigasi, BI akan lebih memperketat standar dan ketahanan siber.

“Kami juga kembangkan teknologi dan infrastruktur keamanan siber yang lebih kuat. Dan Membangun kerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar antisipasi terjadinya insiden berikutnya.,” jelasnya.

Layanan Dipastikan Tidak Terganggu

Dengan dilakukannya langkah tersebut, BI memastikan bahwa layanan sudah tidak terganggu, dan tetap terkendali, untuk bisa mendukung kegiatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BI juga akan senantiasa melakukan pengujian kepada seluruh infrastrukturnya, guna memastikan terselenggaranya layanan sistem pembayaran secara aman, lancar dan efisien, kepada seluruh layanan BI.

QRIS.

Transaksi QRIS Antarnegara Capai Rp6,2 Triliun, Inbound Tembus 3 Kali Lipat dari Outbound

Transaksi QRIS antarnegara ke Indonesia tembus Rp6,2 triliun hingga 2026. BI mencatat transaksi inbound tembus lebih dari tiga kali lipat dibandingkan outbound.

img_title
VIVA.co.id
27 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut