Tanggapi Faisal Basri, Jubir Pastikan Tambang Milik Luhut Ikuti Amdal

Tambang batu bara
Sumber :
  • www.warwick.ac.uk

VIVA – Dalam kritiknya terhadap proyek pembangunan ibu kota negara (IKN), Ekonom Faisal Basri sempat mengusulkan dilakukan audit terhadap adanya lubang-lubang bekas tambang di sekitar kawasan tersebut. Di mana salah satunya diduga perusahaan tambang milik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

img_title Karhutla 1.600 Hektare di Kawasan IKN Diduga Disengaja Buat Buka Lahan, Bibit Sawit dan Pisang Ditemukan

Menanggapi hal tersebut, Luhut melalui Juru Bicaranya, Jodi Mahardi, menegaskan bahwa sang menteri tidak memiliki lubang atau lahan tambang di kawasan IKN yang berada di Kalimantan Timur tersebut, apalagi dengan Analisis dampak lingkungan (Amdal) yang tidak baik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau tambang dimaksud adalah tambang masih aktif ya pasti masih dalam bentuk lubang yang namanya pit," kata Jodi saat dihubungi VIVA, Senin 24 Januari 2022.

img_title DPR hingga Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut, Soroti Potensi Denda Tambang Rp104,43 Triliun

Baca juga: Rekomendasi Saham Hari Ini, IHSG Diprediksi Menguat Awal Pekan

"Sedangkan jika tambang sudah tutup, maka harus sesuai dengan rencana reklamasi dan penutupan tambang, yang  ada di amdal," ujarnya.

img_title Luhut Tegaskan Pasal Kerugian Negara Tak Dihapus dari UU Tipikor, Ini 4 Usulan Perubahannya

Jodi menambahkan, ada jaminan reklamasi dan jaminan tutup tambang yang dibayarkan perusahaan ke pemerintah, untuk memastikan perusahaan melakukan kewajibannya pada saat tambang sudah selesai.

Dia mengaku, Luhut sendiri telah menekankan mengenai pengelolaan lingkungan harus menjadi prioritas utama. Pada 2020-2021, lanjut Jodi, Kutai Energi sebagai perusahaan tambang yang mayoritas dimiliki oleh Luhut bahkan telah memperoleh penghargaan peringkat Hijau dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup dari Gubernur Kalimantan Timur.

Jubir Luhur, Jodi Mahardi (Foto/Twitter/JodiMahard)i

Photo :
  • vstory

"Hal yang tidak akan diperoleh kalau pengelolaan lingkungannya tidak baik," kata Jodi.

Karenanya, Jodi pun meminta kepada ekonom Faisal Basri, untuk lebih memperjelas lubang bekas tambang mana yang dimaksud, agar tidak menjadi fitnah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pak Faisal (Basri) perlu memperjelas mana lubang bekas tambang yang dimaksud, agar tidak menjadi fitnah," ujarnya. 

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar Kombes Pol Siswantoro (kiri) didampingi oleh Kabid Humas di Mapolda Sumbar

Dini Hari Digerebek, Polisi Sita Ekskavator dan Tangkap Operator Alat Berat Tambang Ilegal di Pasaman

Polda Sumbar menindak dugaan aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Pasaman. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap seorang operator alat berat.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut